Library Televisi, Pustakawan Audio Visual

Library Televisi, Pustakawan Audio Visual
Diki Umbara

Sebuah intra-mail masuk pada milis library, pengirimnya dari bagian marketing yang berisikan permintaan copy tayang sebuah acara. Berdasar email tersebut, seorang petugas library di salah satu stasiun televisi segera memeriksa. Dengan bantuan aplikasi News Archive, ia dengan mudah menemukan file data copy tayang yang dimaksud.

Pekerjaan tidak selesai sampai di situ, setelah menemukan file yang dimaksud, ia segera memindahkan file dari server ke dalam bentuk cakram DVD. Esoknya copy tayang segera diambil oleh bagian marketing untuk selanjutnya diberikan ke client beserta invoice dari bagian akunting. Begitulah bagian library bekerja, ia mensupport divisi lain yang membutuhkan layanan data dalam bentuk audio-visual. Di library inilah seluruh materi yang akan dan telah ditayangkan disimpan dengan sangat rapi.

Bagaimana Library Menyimpan Materi Tayang?

Bersama reporter seorang cameraman baru tiba di kantor, sebelumnya mereka berdua habis melakukan sebuah liputan. Tanpa membuang waktu, reporter segera menulis naskah sedangkan cameraman menuju salah satu ruang bagian library. Ia memberikan hasil liputan beserta catatan. Materi liputan berupa P2 card segera diingest oleh petugas library. Lantas sekarang materi liputan dengan filling yang rapi sudah tersimpan dalam server, yang kelak bisa dikases oleh user yakni editor dan juga produser.

Di newsroom, produser memeriksa naskah yang telah ditulis oleh reporter. Beberapa kesalahan kecil lantas ia koreksi. Untuk menyesuaikan naskah dengan hasil liputan, produser melakukan preview dengan mengakses materi hasil liputan yang telah tersimpan di server tadi. Naskahpun sudah siap untuk dibacakan reporter di ruang sulih suara.

Beberapa stasiun televisi membuat dua bagian library yakni library news, ia yang mengelola semua materi hasil liputan dan materi siap tayang dari editing, dan library yang mengelola materi tayang dari produksi atau non news. Dibuat demikian biasanya untuk memudahkan dalam melayani user dari dua departemen yang berbeda. Walaupun dalam penyimpanan materi tadi bisa saja dalam satu server yang sama.

Selain server yang walau bagaimanapun pasti ada limitasi untuk penyimpanan file-file dalam bentuk audio visual, maka biasanya akan ada tempat penyimpanan lain yakni hardisk eksternal atau sebuah tape dalam bentuk LTO atau Linear Tape-Open. LTO ini terus dikembangkan agar bisa menampung lebih banyak data, hingga saat ini sedang dikembangkan LTO-10 yang bisa menampung data hingga 48 terrabyte. Yang berarti dalam satu tape bisa menampung hingga ratusan jam materi auido visual. Ya dalam LTO-lah file-file ini disimpan terakhir kali setelah server tidak lagi bisa menampung. Karenanya di server sendiri dibatasi waktu penyimpanan baik materi hasil shooting maupun materi dari editing yang siap tayang. Bagian library-lah yang melakukan pemindahan materi dari server tersebut ke dalam LTO dengan catatan yang rapi sehingga kelak jika dibutuhkan materi tersebut akan dengan mudah untuk mencarinya.

Untitled-3

Peran Library di Televisi

Uraian di atas sudah menggambarkan bagaimana peran bagian library di televisi, sebagai gambaran lain beginilah urutan sederhana bagaimana sebuah acara bisa tayang di televisi:

Dari departemen programming disusun pola acara untuk waktu satu bulan, seminggu, hingga detail per hari. Untuk meyakinkan bahwa materi sudah ada atau belum makan programming akan berhubungan dengan bagian library. Di bagian library lah semua data tentang materi tayang tersedia, mulai judul, episode, durasi, hingga detail time code tiap segmentnya. Materi siap tayang dari tentu saja harus sudah melewati QC atau quality checker di mana kualitas gambar dan suara sudah benar-benar diperiksa, jika lolos QC maka materi tersebut artinya layak tayang. Dari programming, jadwal acara tersebut kemudian diterima oleh bagian MCR atau master control room. Selain data tersebut MCR juga akan menerima materi tayang dari library. Maka selanjutnya, berdasar jadwal dan materi tayang itulah tayangan akan muncul dari play out MCR.

Library televisi ibarat gudang materi tayang. Beragam kebutuhan (materi hasil shooting, materi untuk tayang, dan materi setelah tayang) dari berbagai departemen akan dipenuhinya. Artinya library televisi merupakan bagian vital, karena bagian inilah yang mesupport departemen lain. Iya akan melayani produser, bagian programming, petugas di MCR, dan bagian sales marketing. Dikepalai oleh seorang chief, library televisi akan bekerja selama 24 jam dengan pengaturan shifting untuk para petugasnya.

Beragam Sumber Audio-Visual

Ada banyak materi audio visual yang harus dikelola oleh bagian library. Untuk liputan berita lokal, maka library akan mengingest materi tersebut dari cameraman. Di beberapa televisi ada yang mewajibkan si cameraman televisi itulah yang mengingest materi liputan dia dengan didampingi petugas library. Untuk televisi skala nasional atau televisi sebagai pusat dari televisi berjaringan, materi hasil shooting juga didapat dari berbagai kontributor di daerah. Untuk mengurusi semua itu akan ada korda atau koordinator daerah yang akan menerima materi liputan dari daerah.

Melalui jaringan internet, para peliput di daerah mengirim materi hasil shooting dengan fasilitas send-video sehingga dengan cepat materi tersebut bisa diunduh oleh kordinator daerah yang berada di stasiun televisi pusat tersebut. Selain materi hasil liputannya, mereka juga akan mengirim naskah serta keterangan dari hasil liputannya itu. Setelah diunduh oleh korda, materi tadi kemudian disimpan di server library. Sehingga berikutnya materi tadi bisa diakses oleh produser yang kemudian ia akan oleh menjadi materi berita siap tayang.

Sumber lain bisa juga dari liputan di luar negeri, prosesnyapun hampir sama. Materi diunggah dari negara di mana liputan itu dilakukan lalu diunduh dan kemudian disimpan di server library. Sedangkan untuk materi berita internasional, beberapa televisi melakukan kerjasama dengan para penyedia konten berita. Ada beberapa situs yang menyediakan jasa tersebut diantaranya APTN atu AP Video Hub. Untuk mendapat berita dari luar inilah biasanya produser akan membuat list berita mana yang diinginkan dan menyerahkannya pada petugas library. Kemudian bagian library akan masuk situs terebut dan mencari berita yang dimaksud. Setelah paket berita didapat maka ia akan mengunduh berita tersebut. File materi tersebut biasanya akan berbentuk mp4 atau mpeg2 yang jika tidak sesuai dengan format untuk keperluan editing makan setelah diunduh materi tersebut kemudian dikonversi menjadi file yang bisa diedit. Ya petugas library akan mengconvert file-file tersebut sehingga bisa diedit ketika materi tersebut diambil oleh bagian editing. Jadi materi hasil unduhan yang disimpan di serrver merupakan file siap edit.

File lain yang mesti dikelola oleh bagian library adalah materi siap tayang dari bagian QC atau quality checker. Bagian QC akan menerima materi dari bagian editing atau internal stasiun televisi tersebut juga dari luar. Yang dimaksud dari luar adalah bisa dari production house untuk tv program seperti sinetron atau dari agency untuk materi tvc atau iklan. Setelah lolos QC materi-materi tersebut akan diserahkan pada bagian library.

Menjadi Petugas Library

Yang bertugas di bagian library televisi memang tidak disebut sebagai pustakawan juga tidak dinamai librarian. Walapun pada dasarnya library di televisi secara kerja nyaris seperti library atau perpustakaan buku. Ia harus pandai menyimpan, mengatur, serta melayani para peminjamnya. Untuk menjadi seorang petugas library di televisi, ia dipastikan harus menyukai audio visual, bisa mengoperasikan aplikasi komputer untuk keperluan library, serta menyukai seluk beluk perihal filling.

Walaupun tidak diwajibkan menguasai penyuntingan gambar karena petugas library memang tidak melakukan editing, namun baiknya petugas library bisa juga menggunakan software editing. Aplikasi yang mesti dikuasai oleh petugas library adalah aplikasi pengelolaan audio visual misalnya final cut server atau avid news server serta berbagai software untuk ingest materi hasil shooting.

Kecermatan dalam fillinglah merupakan syarat mutlak yang diperlukan oleh orang-orang yang akan bekerja di bagian library. Dan tentu saja kecepatan dalam mensupport para user tadi, sebab ada kalanya para user memerlukan materi yang diperlukan secepat mungkin. Ya pada akhirnya bagian library harus memiliki jiwa service to other.

Bagaimana Untuk Bergabung Dengan Televisi?

Bagaimana Untuk Bergabung Dengan Televisi?
Diki Umbara

 

Keluar dari sebuah ruangan interview, seorang perempuan nampak kurang semangat. Ini berbeda ketika lima belas menit sebelumnya saat ia memasuki ruangan itu, nampak semangat dengan wajah yang ceria. Ya baru saja ia melakukan tahap paling esensi dalam proses melamar di salah satu stasiun televisi baru namun sudah langsung populer itu.

Yang melakukan interview padanya barusan bukan staf HRD, tapi seorang produser sebagai user yang memerlukan personil baru untuk acara yang ia pegang. Sebelumnya perempuan itu sudah melewati dua tahapan lamaran yakni interview pertama dengan HRD dan psikotest dan dalam kedua tahapan tersebut ia dinyatakan lolos, hingga ia mesti menjalankan interview dengan user yang seorang produser tadi.

 tv logo

Tidak sedikit orang pada akhirnya tidak bisa diterima oleh stasiun televisi yang membuka lowongan karena si calon karyawan justru tidak lolos pada tahapan interview dengan user. Ya user inilah yang memiliki peran penting dalam memberikan nilai serta merekomendasikan apakah si A bisa diterima atau tidak. Kenapa demikian? User di televisi berarti ia akan menjadi atasan calon karyawan yang direkrut televisi tersebut. Karena user yang paling tahu kapasitas karyawan seperti apa yang dibutuhkan, karenanya dia mampu menilai apakah si A atau si B layak atau tidak kelak menjadi bawahannya untuk diberikan tugas-tugas sebagai job descriptionnya.

Kembali ke ruangan saat interview tadi, rupanya perempuan sang pelamar merupakan fresh gradute dari kampus dengan akreditasi A untuk jurusan di mana perempuan itu menempuh pendidikan. Saat obrolan pertama dengan produser, awalnya masih cukup meyakinan. Ia mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sekitar dunia televisi secara umum. Hingga akhirnya ia tampak kewalahan dan nyaris mengalah ketika dia diuji oleh sang produser untuk menulis naskah sebuah tayangan televisi. Ya rupanya perempuan itu melamar untuk posisi creative. Dan contoh naskah yang baru saja ia buat dinilai tidak layak oleh produser. Sang produser menjelaskan bagaimana kalau ia mau membuat program dan meminta kepada yang di hadapannya itu untuk membuat gimmick sehingga program menjadi menghibur. Si pelamar nampak gelagapan, ia nyaris tidak bisa berpikir bagaimana membuat gimmick dalam waktu singkat sedangkan ia tidak pernah diajari untuk membuat itu di kampusnya.

Fresh Graduate vs Berpengalaman

Pada dasarnya televisi memang menerima karyawan baik yang sudah berpengalaman ataupun yang bena-benar fresh gradute. Tidak ada jaminan juga yang sudah berpengalaman bisa dengan mudah bergabung di televisi sebab bisa jadi ia tidak masuk kriteria yang diinginkan. Tapi bukan berarti pula yang fresh gradute tidak bisa masuk bergabunng di televisi tersebut. Yang televisi inginkan tentu yang benar-benar bisa siap bekerja, dengan demikian kontibusinya memang akan terlihat nyata.

Beberapa hal yang barangkali bisa menjadi perhatian untuk para fresh graduate ketika hendak bergabung di televisi. Buatlah lamaran yang tidak kaku, tapi tentu saja tetap mengunakan bahasa resmi. Lulusan broadcasting televisi bukan jaminan juga bisa lebih mudah bergabung bekerja di televisi, walaupun setidaknya bisa jadi itu menjadi point pertama. Yang bukan lulusan broadcasting nyatanya juga banyak yang bisa bekerja di televisi. Buatlah curriculum vitae semenarik mungkin, cantumkan kegiatan-kegiatan yang menurut anda bisa menjadi nilai plus untuk si pembaca lamaran dan pewawancara nantinya. Jika benar-benar fresh gradute, pengalaman magang akan menjadi point sangat penting, karena dengan demikian ia sudah pernah terlibat dalam suatu produksi program televisi.

Show Reel, Contoh Karya Nyata

Selain curriculum vitae, yang menjadi point utama untuk user saat hendak merekrut calon bawahannya adalah show reel. Ya show reel merupakan bukti bahwa anda benar-benar sudah pernah melakukan pekerjaan yang diinginkan. Misalnya saat di kampus anda pernah membuat suatu karya audio visual, maka karya tersebut simpanlah ke dalam bentuk show reel atau bisa juga diupload ke dalam sosial media sehingga saat melamar link show reel anda juga bisa dicantumkan.

Tidak ada aturan sebarapa panjang show reel. Namun untuk keperluan interview, buatlah show reel yang tidak lebih dari lima menit saja. Jika anda melamar untuk posisi penata kamera, tunjukan shot-shot yang menurut anda paling bagus. Jika melamar untuk posisi editor, tunjukan karya anda dengan scene dimana cuting-cutingnya baik. Dan misalnya melamar untuk posisi creative, tentu tunjukan karya yang memiliki keratifitas yang bagus, karya yang memiliki gimmick bagus atau misalnya karya dengan scene yang terdapat dialog-dialog atau narasi yang bagus. Sehingga user akan yakin dengan kemampuan anda, juga anda bisa menjelaskan dengan baik karena terbantu juga oleh apa yang anda pelihatkan itu.

Lebih dari Sekadar Interview

Ketika benar-benar akan diterima untuk bergabung, beberapa televisi ada yang mensyaratkan kelak karyawan barunya itu untuk melakukan training terlebih dulu. Masa ini sekalian dibuat juga sebagai probabition yang waktunya biasa tidak lebih dari tiga bulan. Pada masa inilah si karyawan baru akan mendapat gemblengan sehingga ia akan benar-benar tahu apa yang mesti dilakukan di stasiun televisi tersebut ke depannya. Tidak selesai sampai di sana, selepas mendapatkan training karyawan baru tersebut tidak langsung benar-benar menjalankan tugaskannya secara full namun iya akan didampingi oleh seniornya. Jika tahapan itu terlewati dengan baik barulah ia dipercaya untuk akhirnya menjadi karyawan televisi itu sesungguhnya.

Akan tetapi ada pula stasiun televisi yang tidak membuat tahapan seperti itu, namun untuk sebelum user merekomendasikan bahwa yang diinterviewnya itu bisa bergabung atau tidak hal terakhir yang mesti dilewati oleh calon karyawan tersebut ialah melakukan test praktek. Dalam arti sesungguhnya, user akan meminta calon karyawan televisi tersebut melakukan salah satu elemen dalam job description. Apa yang mesti dilakukan tentu tergantung dari posisi apa yang nantinya akan ditempati. Untuk calon cameraman akan diminta untuk melakukan pengambilan gambar, untuk editor akan diminta untuk melakukan penyuntingan gambar, untuk reporter akan diminta untuk on cam di depan kamera melakukan reporting dan wawancara.

Ketika semua tahapan sebelumnya bisa terlewati dengan baik, belum tentu tahap praktek ini bisa dengan mudah dilewati, sebab ada kalanya calon karyawan tersebut tidak seratus persen siap. Yang mesti dilakukan oleh calon karyawan ketika akan melewati tahap praktek ini tentu saja memang harus benar-benar menguasai terlebih dulu. Jika perlu, cari informasi yang akan membantu agar pada saat praktek bisa dikerjakan dengan baik. Misanya, untuk di stasiun televisi A jenis software editing apa yang digunakan. Jadi calon editor di televisi tersebut sudah harus paham tentang aplikasi editing apa yang dipakai. Jika si calon editor itu paham betul Final Cut Pro misalnya padahal di televisi tersebut menggunakan Avid Composser maka bisa jadi akan sia-sia saja ketika praktek jika si calon editor di televisi tersebut tidak menguasai software Avid. Pun demikian untuk cameraman, ia harus tahu kamera jenis apa yang digunakan di televisi yang ia ajukan lamarannya itu. Secara umum peralatan yang digunakan oleh masing-masing televisi memang tidak jauh berbeda, namun ada kalanya ada juga televisi yang menggunakan equipment dan software yang spesifik yang pada akhirnya menginginkan calon karyawannya sudah mahir dalam penggunaan equipment tersebut.

Hal yang berkaitan dengan bagaimana agar bisa bergabung dengan stasiun televisi yang diidamkan, pada dasarnya nyaris serupa, hal umum itu misalnya tentang basic salary serta tunjangan-tunjangan yang akan didapat. Televisi seperti halnya perusahaan lain tentu sudah punya standar masing-masing, namun ada kalanya hal ini negotiable. Gaji untuk production assistant atau PA misalnya bisa jadi punya range tertentu. Karenanya negosiasi awal ini sangatlah penting, baik dengan pihak HRD maupun dengan user, oleh sebab itu bisa jadi posisi yang sama akan mendapat gaji yang berbeda padahal itu ada di stasiun televisi yang sama.

Adaptasi

Beda stasiun televisi beda pula budaya kerja di dalamnya. Ada yang masih menerapkan senioritas, ada pula yang tidak. Beberapa peraturan tak tertulis itu kadang bisa mempengaruhi juga pada kinerja seseorang. Pun perihal promosi jabatan di antaranya. Apapun siatuasinya, yang memungkinkan dilakukan oleh karyawan baru tentu saja bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya itu. Dan hal paling penting tentu saja bagaimana kita bisa benar-benar profesional menjalakan kewajiban kepada perusahaan. Saat kita bisa melakukan pekerjaan yang baik maka lingkunganpun akan merespon pula dengan baik, riak-riak kecil tentu saja ada. Dan itulah seninya bekerja di stasiun televisi.

Talent Coordinator Televisi, Tak Ada Artis yang Ia Tak Kenal

Talent Coordinator Televisi, Tak Ada Artis yang Ia Tak Kenal
Diki Umbara

Di layar komputer dalam satu sheet, deretan nama artis berikut nomor contactnya tersusun rapi berdasar alfabetikal. Pada sheet lain tersusun nama artis berdasar grade A, grade B, dan grade C. Dalam sheet lainnya terdapat nama narasumber kalangan non artis dari berbagai latar belakang. Di atas meja terdapat catatan nama-nama artis hasil meeting yang dilakukan kemarin.  “Shootingnya Selasa depan standby jam 5 sore dan akan mulai on cam jam 7 malam. Ya, akan tampil di segmen empat dan lima. Scriptnya segera saya email. Sip. Langsung saya lock ya!” demikian obrolan seorang talent coordinator dengan seorang manajer artis di ujung telpon.

Head Hunter - Recruiter

Talent coordinator baru saja menyelesaikan satu di antara puluhan hal yang harus ia  lakukan minggu ini. Lantas ia mulai mengontak lagi artis lainnya, kali ini negosiasi lebih alot, rupanya yang dihubungi merupakan artis yang baru naik daun. Entah manajer artis yang ia hubungi itu memang ribet atau bisa jadi si artis itu sendiri yang sangat selektif dalam menerima pekerjaan untuk tampil di televisi.Begitulah talent koordinator bekerja, kemampuan komunikasi dalam negosiasi merupakan syarat mutlak yang harus ia miliki. Lebih dari itu seorang talent coordinator tentu harus tahu berbagai karakter dan kemampuan talent yang kelak akan diundang untuk mengisi acara. Dalam lain kesempatan, talent coordinator juga harus pandai mendapatkan talent yang bisa jadi mereka adalah para pendatang baru.  Ditemani produser, ia melakukan casting untuk mendapatkan presenter atau pembawa acara misalnya. Dari membuat jadwal open casting hingga mendapat beberapa pilihan calon  presenter yang nantinya diajukan pada produser dan eksekutif produser.

Selain data dalam bentuk profil dan kontak beragam talent, ia juga harus memiliki data dalam bentuk audio visual. Talent coordinator memiliki bank data yang jika sewaktu-waktu dibutuhkan user dalam hal ini produser, eksekutif produser, dan manajer produksi, ia harus bisa segera memberikan data yang diperlukan tadi. Keputusan final memang ada di user, namun talent coordinator bisa saja memberikan rekomendasi atau catatan pada talent yang diajukan tadi. Ini tentu saja akan membantu user sebelum akhirnya menggunakan talent mana sebagai pilihan akhir.

Casting, Sepeti Mendapatkan Jodoh

Hal paling parah dalam sebuah program televisi salah satunya ialah mendapati pemain atau talent yang tidak cocok dari apa yang diinginkan. Hal ini bisa terjadi walaupun sebetulnya bisa dihindari.  Salah casting atau gagal castinglah menjadi penyebabnya. Dalam mencari pengisi acara atau pemain memang sudah ada formula atau langkah umum, yakni melakukan casting untuk mendapatkan itu semua. Di depan kamera calon pemain diminta melakukan sesuatu sesuai keinginan script. Bagaimana talent bisa monolog, dialog, atau melakukan aksi, dan jika hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan tentu itu sudah jadi parameter kalau talent itu tidak cocok. Namun hal tersulit adalah ketika kita sudah mendapat misalnya ada beberapa pilihan talent yang sudah sesuai yang kita inginkan. Bagaimana memilih satu di antara tiga yang terbaik? Inilah hal krusial dalam menentukan talent mana yang akan diambil. Ini memang sudah bukan ranah talent koodinator, sebab keputusan terakhir ada pada user. Untuk membantu dalam mendapatkan talen terbaik inilah, talent coordinator bisa membuat dan menganalisa kelemahan apa saja yang ada pada ketiga talent terbaik tadi. Ya, pada akhirnya casting seperti mendapatkan jodoh. Selain logika, jangan pernah melupakan insting sebagai alat bantu dalam mengambil keputusan.

Jelas Sedari Awal

Bertatap muka langsung dengan talent dan juga mungkin managernya tentu akan lebih menguntungkan ketimbang berbicara melalui telpon, akan tetapi tidak betapa akan banyak waktu yang diperlukan talent coordinator jika harus melakukan itu. Komunikasi tatap muka hanya dilakukan saat urgent saja, termasuk saat sebelum talent akan menyetujui perkejaan yang diberikan. Dari awal talent coordinator, diminta atau tidak harus menjelaskan tentang klausul ketika talent menyepakati tawaran dari televisi tersebut. Hal penting itu terkait dengan jadwal detail, kapan mesti standby dan kapan shooting dilakukan, berapa jumlah episode serta berapa lama shooting dilakukan, berapa dan kapan fee dibayarkkan, apa saja yang harus dilakukan talent, bagaimana pembayaran,  dan hal rinci lainnya. Klausul itu baikknya tercantum  kontrak yang jelas. Beberapa talent suka malas membaca kontrak yang mungkin berlembar-lembar itu, karenanya talent coodinator mesti menjelaskan point-point penting.

Menjaga Hubungan

Komplain baik dari talent pada talent koordinator atau sebaliknya dari koodinator talent paada talent itu sendiri, mestinya tidak ada, jika kesepakatan seperti yang dijelaskan di atas, sudah dibuat sebelumnya. Tapi begitulah dalam kenyataan, ada kalanya seiring waktu ada hal-hal di mana kesepakatan itu dilanggar. Ini harus menjasdi catatan untuk talent coodinator. Ketika talent memiliki attidude yang tidak baik apalagi membahayakan dalam keberlangsungan acara, tentu jangan segan untuk membuat black list pada talen tersebut. Blacklist pada talent ini sudah seperti rahasia umum, dan ini bisa saja dishare pada talent coordinator televisi lainnya. Dan tentu saja ini menjadi kerugian besar bagi talent yang bersangkutan.

Di lain pihak, talent koordinator harus pandai menjaga hubungan dengan para talent atau manajernya itu. Daftar artis dan kontaknya bukan buku telpon yang tidak bermakna, di sanalah nama-nama yang kita bisa ajak kerjasama, kontak-kontak itu menjadi nyawa bagi talent coordinator.

Di Lokasi Shooting

Pekerjaan talent coordinator tidak hanya menyangkut komunikasi dan hal administratif. Saat di lokasi shooting, ia harus memastikan appoitment yang sudah dilakukan sebelumnya itu. Talent coodinator harus update terus pada produser atau asisten produser tentang talentnya itu, sehingga misalnya jika terjadi kelambatan datang pada lokasi shooting, produser sudah bisa mengantisiasi untuk melakukan opsi lain dari plaing yang telah ditentukan. Ketika berkaitan dengan talent, maka talent coordinator itulah yang akan ditanyakan oleh produser dan mungkin tim kreatif yang akan melakukan briefing di lapangan.

Manajemen Waktu

Kemampuan lain dari talent koordinator yang tak kalah penting ialah perihal manajemen waktu. Ia harus paham betul tentang time shooting schedule, dimana ia juga bisa membreakdown schedule itu untuk kepentingan talen-talentnya. Dalam produksi sinetron, talent coordinator akan bekerjasama dengan  asisten sutradara dua. Apalagi misalnya menyangkut produksi sintron yang striping. Begitulah talent coodinator, ia selain harus pandai mencari, mendapatkan, dan mengelola para talentnya juga harus bisa bekerjasama dengan tim produksi lainnya.

Terbang Mencari Gambar Bersama Drone

Terbang Mencari Gambar Bersama Drone
Diki Umbara

Mulanya digunakan oleh militer Amerika, Unmanned Aerial Vehicle atau pesawat tanpa awak digunakan sebagai salah satu penunjang senjata yang ampuh. Namun UAV atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan drone sudah digunakan dalam berbagai kebutuhan. Ya salah satunya adalah untuk alat pengambilan gambar dari udara, baik untuk gambar diam (fotografi) maupun gambar bergerak (videografi).

drone

Berbagai produsen kini berlomba dalam beragam inovasi agar drone yang dilengkapi kamera tersebut bisa digunakan lebih mudah. Namun karena dianggap mudah itulah sebagian orang menganggap drone sebagai mainan. Lain drone lain pula dengan pesawat RC, sebab ia memiliki fungsi yang beda. Menggunakan drone berarti harus memiliki dua kemampuan sekaligus; mengoperasikan pesawat dengan remote control dan pengoperasian kamera. Penggunaan drone yang serampangan akan mengakibatkan hal buruk, misalnya membahayakan keselamatan orang.

Berikut beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam penggunaan drone:

  1. Yakinkan terlebih dulu sebelum menerbangkan drone, Anda harus benar-benar bisa menerbangkan drone dalam arti sebenarnya. Latihan dari hal yang paling simpel, jangan terlalu ingin buru-buru menerbangkan drone dengan sangat tinggi.
  2. Pastikan dari awal untuk keperluan apakah pengambilan gambar dilakukan sehingga harus menggunakan drone. Kalau perlu, buatlah semacam catatan kecil. Atau bisa juga dibuatkan semacam video treatment.
  3. Perhatikan daerah sekitar area terbang drone, mungkin saja langit terbebas dari hambatan akan tetapi jangan abaikan subyek-subyek yang ada di bawahnya. Benar bahwa beberapa drone memiliki kontrol kendali akan tetapi bisa saja membahayakan jika ia lepas kendali sehingga misalnya menabrak orang.
  4. Jangan sampai drone tidak nampak oleh Anda yang mengoperasikannya, karenanya tetap jaga arah pandang. Walaupun lagi-lagi, saat ini ada perlatan penunjang sehingga drone bisa kembali ke operator dengan teknologi yang memungkinkan itu.
  5. Terakhir, ada kalanya tidak semua hasil rekaman drone bisa sembarang kita share ke publik. Jadi walaupun kita telah mengambil gambar dengan drone yang kita miliki, perhatikan pula tentang apakah wilayah serta subyek yang kita ambil gambarnya merupakan hal yang bebas bisa kita share pada orang lain atau tidak.

Berbagai Fungsi Drone

Pesawat tanpa awak yang dilengkapi kamera kini tak hanya digunakan untuk keperluan pengambilan gambar aeral shot saja, beberapa produsen mulai mengembangkan guna berbagai kebutuhan. Jika mulanya untuk kebutuhan militer sebagai pengintai maupun pengangkut peluru kendali, kini drone digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat lainnya. Kebutuhan survival untuk membantu penyelamatan dalam bencana sampai kelak untuk keperluan kurir jasa pengiriman barang. Dari drone yang berukuran besar hingga yang sangat mungil dengan fitur-fitur yang tidak kalah canggihnya. Ini merupakan beberapa varian drone yang sudah ada di pasaran:

remote

Parrot Bebop

Namanya unik dan lucu, Bebop. Drone ini didesain untuk mengambil gambar yang lumayan ekstrim, Bebop biasanya digunakan untuk keperluan sport luar ruangan. Bebbop cukup dikendalikan dengan smartphone. Navigasi menngunakan CPU dual-core Parrot P7 dengan memory flash yang bisa menampung 8 gigabyte.

 X8+

Masing-masing drone memiliki kelebihan yang ia andalkan. Drone merk X8+ memiliki sistem rotor yang sangat baik, drone quad-copter memiliki delapan baling-baling. Dengan demikian ia mampu mengangkat kamera yang lebih berat. Karenanya tidak hanya kamera GoPro saja yang cocok untuk drone ini, kamera mirrorless LX100 dan Canon S110 bisa mengandalkan drone canggih ini.

Hubsan X4 Pro
Inilah yang bisa digunakan oleh pengguna pemula maupun profesional. Ada pilihan mode yang bisa diswitch, yakni normal untuk pemula dan expert untuk pengguna yang sudah pro. Ada fasilitas yang bakal digemari penggunanya yakni waypoit Xpro yang bisa mengendalikan drone ini terbang dan turun secara otomatis.

Ada Harga Ada Rupa

Pepatah ini berlaku juga untuk produk yang kini makin digandrungi para fotografer dan videografer ini. Fasilitas serta kemampuan drone yang lengkap tentu saja harganya akan jauh lebih mahal dibanding yang memiliki fasilitas dan fungsi minimalis. Range harga drone dimulai jutaan hingga puluhan juta. Drone tahan banting biasanya menggunakan bahan-bahan yang biasanya dipakai untuk pesawat beneran. Tahan banting di sini adalah tahan banting dalam arti sesungguhnya. Dengan bahan yang biasa ketika drone jatuh tentu saja akan benar-benar rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Oleh karenanya perawatan drone juga mesti menjadi perhatian bagi para penggunanya.

Drone Bukan Mainan!

Sesimpel apapun cara pengoperasiannya, drone bukanlah mainan. Untuk menerbangkan drone dan menghasilkan gambar yang direkam secara baik memrlukan keahlian sendiri. Artinay operator semestinya memiliki kemampuan tentang navigasi yang baik. Secara umum drone merupakan kombinasi dari serupa pesawat RC + remote control + aplikasi navigasi. Aplikasi navigasi untuk drone pun variatif. Aplikasi ini biasanya bisa digunakan melalui tablet atau bahkan smartphone biasa. Pada aplikasi navigasi ada local level plane digambarkan sebagai posisi pesawat UAV di atas permukaan bumi. Operator bisa melihat parameter-parameter navigasi . Ada sensor-sensor yang digunakan pada sistem navigasi ini diantaranya adalah GPS, sensor altimeter untuk melihat parameter ketinggian, sensor accelerometer yang berfungsi sebagai sensor percepatan, dan sensor gyroscope untuk kecepatan sudut.

drone app

Di udara apapun bisa terjadi, ada kalanya angin sangat kencang bisa tiba-tiba hadir ketika kita menerbangkan drone. Jika panik, bisa jadi yang mengoperasikan drone akan kehilangan kendali, pesawat jatuh walaupun sudah dilengkapi navigasi canggih. Karenanya operator mesti bisa melakukan manuver sehingga kendala tadi bisa diatasi.

Kalau Tidak Memiliki Bisa Sewa

Ketika kita sering dan memang memerlukan drone untuk pekerjaan tentu saja pilihan pertama adalah kita membeli drone tersebut. Tipe drone seperti apa disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya apakah untuk kamera kecil seperti GoPro+ atau kamera lebih canggih yang memiliki bobot berat yang lebih. Namun jika kita hanya sesekali saja atau sangat jarang mengggunakan drone, baiknya tentu saja dengan menyewa. Kelebihan dari menyewa, selain lebih hemat kita juga bisa menggunakan jasa operatornya. Jadi kita tinggal order saja, gambar seperti apa yang diinginkan.

Ya, jika dulu ketika kita ingin gambar dari ketinggian mesti menggunakan balon udara atau bahkan helly copter, kini kita bisa terbang mencari gambar bersama drone, menggunakan hanya remote control dan smartphone.

Tim Kreatif Televisi Itu Keren!

Tim Kreatif Televisi Itu Keren!
Diki Umbara

Ruang Tim Kreatif sebuah stasiun televisi mendadak gaduh. Kepala departemen kreatif baru saja mengumumkan dua kabar sekaligus. Pertama, salah satu program acara televisi yang mereka buat mendapatkan rating dan share tinggi yang sebelumnya belum pernah dicapai oleh acara tersebut. Tepuk tangan crew yang tergabung di tim kreatifpun riuh. Lalu mendadak hening ketika pengumuman ke dua, yakni satu acara yang sudah lama bertahan mendadak diberhentikan, tidak akan diproduksi kembali.

tvHingga kini rating dan share yang dikeluarkan oleh lembaga atau perusahaan satu-satunya penyelia jasa pengukur pemirsa televisi AGB Nielsen, menjadi barometer untuk televisi dan para pemakai jasa tersebut seperti agency dan rumah produksi. Rating dan share inilah yang membuat para pembuat acara televisi tersenyum atau cemberut kecut. Salahkah lembaga rating tersebut?  Kali ini pembahasan lebih ke bagaimana sebuah acara televisi dibuat sehingga pada akhirnya akan berperan baik langsung atau tidak, pada capaian rating dan share tersebut.

Bagaimana Tim Kreatif Bekerja?

Tidak semua stasiun televisi memiliki departemen kreatif, hanya stasiun televisi besar saja biasanya memiliki departemen ini. Lainnya, tim kreatif tergabung di bawah departemen produksi, atau bahkan di bawah langsung eksekutif produser. Bahkan bisa jadi tak dapat dikatakan sebagai tim kreatif sebab banyak acara yang hanya memiliki satu orang saja kreatif. Namun idealnya tim kreatif itu memang mesti ada. Kenapa demikian? karena tim kreatif akan konsentrasi khusus pada konten-konten acara yang diproduksi oleh televisi tersebut. Pun demikian di production house tentunya. Bahkan di luar sana ada creative house, yakni semacam rumah produksi yang konsen pada hanya pembuatan konsep-konsep program televisi.

Sebagaimana namanya, tim kreatif tidak bekerja sendirian, ada beberapa orang yang tergabung di departemen ini untuk menjadi si pembuat resep agar hidangan atau acara kelak menjadi santapan yang lezat ditonton pemirsa. Resep yang baik tentunya tidak akan terlalu sulit ketika kelak diimplementasikan menjadi program yang baik pula. Karenanya, ia tidak boleh keliru. Uji resep acara televisi biasanya akan berbentuk dummy atau pilot project. Lantas dummy tersebut dievaluasi oleh tim programming, dipresentasikan produser, lalu dibahas bersama agar kelak ketika ditayangkan akan menjadi tontonan yang manarik. Ditonton banyak orang, mendapat rating dan share yang bagus, memancing para pengiklan, mendapatkan pundi-pundi uang.

Ide atau gagasan dasar acara bisa dari mana saja, bisa dari tim programming, dari tim produksi, atau tentu saja dari tim kreatif itu sendiri. Lantas tim kreatiflah yang mengolah itu semua. Hasil akhir dari tim kreatif adalah script atau naskah serta rundown acara. Ya, sehelai rundown dan beberapa halaman naskah itulah yang mesti dibuat oleh tim kreatif. Inilah lembaran-lembaran ajaib yang berikutnya akan menjadi panduan tim produksi untuk mengeksekusinya menjadi sebuah tayangan.

Naskah Semi-Script dan Fully Scripted

Format penulisan naskah kadang berbeda antara program jenis satu dengan lainnya. Bentuk atau format penulisan itu dimaksudkan untuk memudahkan departemen atau crew lain untuk membaca dan mengaplikasikan naskah tersebut. Dalam beberapa hal, ada kalanya naskah kemudian dibuatkan breakdown oleh masing-masing departemen. Naskah semi-script biasanya dibuat untuk format acara reality show sedangkan fully script untuk naskah sinetron atau FTV.

Split Page

Dibuat empat kolom memanjang yang terdiri atas nomor, video, audio, remarks. Pada kolom video, kreatif akan menuliskan gambar apa saja yang diperlukan sesuai dengan gagasannya. Pada kolom audio diisi narasi atau audio dari narasumber/talent. Sedangkan pada kolom remarks akan ditulis keterangan atau catatan khusus jika penulis menginginkan sesuatu yang intinya sebagai catatan juga pada si pembaca naskah tersebut nantinya. Format split page ini biasanya untuk program dokumenter, feature, atau infotainment.

Naskah Fiksi

Format penulisannya seperti pada film, FTV, atau sinetron. Ada scene heading terdiri atas lokasi tempat yang ditandai dengan EXT untuk eksterior dan INT untuk interior. Ada angka yang ditaruh sebelum keterangan tempat. Angka yang dimaksud sebagai urutan scene atau pegadegan. Pada scene heading baris paling kanan ada keterangan waktu yang ditulis DAY untuk suasana siang dan NIGHT untuk menunjukan suasana malam hari. DI bawah scene heading adalah keterangan adegan. Adegan tidak mesti ditulis terlalu mendetail, karena pada dasarnya naskah akan dibuat breakdown script oleh pengarah acara atau sutradara. Persis di bawah keterangan pengadegan ada nama tokoh serta dialog.

Do not direct the script! Demikian saran beberapa penulis naskah serial televisi. Tapi tentu saja naskah juga jangan sampai membingungkan si sutradara dalam mengeksekusi menjadi tayangan televisi nantinya.

Episode by Episode

Beberapa acara televisi seringkali bukan dibuat hanya untuk satu episode. Ada beberapa slasan kesinambungan, acara tersebut dibuat secara serial atau memang rutin ditayangkan: stripping, seminggu tiga kali, atau seminggu sekali/weekly. Tim kreatif harus memikirkan tidak hanya untuk satu episode. Beberapa acara dibuat untuk 13 episode, 26, episode, 52 episode, dan seterunya. Kenapa 13 episode ini sebetulnya mengacu pada acara televisi yang ditayangkan di Amerika atau Eropa. 13 episode berarti ia akan selesai dalam satu musim. Karenanya akan beda untuk 13 episode untuk musim semi dengan 13 episode untuk musim salju. Itu akan berkaitan dengan apakah 13 episode untuk cocok untuk keluarga, untuk musim liburan, dan selanjutnya. Namun demikian, ternyata ini juga dicontoh oleh negera-negara yang hanya memiliki dua musim. Jadi 13 episode di Indonesia tidak berkaitan dengan musim tadi. Walaupun demikian beberapa kontrak acara televisi dibuat seperti itu juga pada akhirnya.

Brain Storming

Sebagai sebuah tim, kreatif tidak bekerja sendirian. Dengan demikian brain storming atau bertukar pikiran akan melahirkan ide-ide yang saling melngkapi. Perihal brain storming ini Fabian Dharmawan, Head of Production RCTI pernah berseloroh, brainstorming itu tidak usah terlalu banyak melibatkan orang karena alih-alih mendapat ide yang bagus malah yang terjadi storming. Ya ada benarnya juga, ada kalanya terlalu banyak kepala dalam merumuskan ide malah tidak terlalu baik. Apalagi ketika acara baru saja akan dibuat. Fabian juga menjelaskan bahwa hampir tidak aad ide yang orisinal, oleh karenanya ketika kita membuat acara televisi baiknya memiliki banyak referensi. Referensi artinya sebagai perbandingan bukan menjiplak. Referensi bisa didapat dengan cara melihat acara televisi serupa di televisi-televisi luar yang memang memiliki program yang bagus.

Kreatif, Tak Ada Sekolahnya

Bagaimana agar kita bisa kreatif? Berpkirlah secara out of the box. Seperti halnya kejujuran, kreatif itu tidak ada sekolahnya. Ini seperti gurauan, tapi demikian adanya. Untuk berpikir kreatif acapkali kita harus memandang sesuatu dari yang orang lain tak melihat demikian. Sesekali ubahlah sudut pandang kita ketika melihat sesuatu. Kalau terbiasa menulis di tempat yang hening, cobalah untuk menulis di keramaian. Suasana yang beda kadang akan mendapatkan hasil yang bisa jadi di luar dugaan. Sesekali menulislah dengan membayangkan Anda sebagai salah satu penonton acara televisi. Minta kritik dari orang yang tidak terlibat dengan acara yang kita buat juga menarik. Bagaimana sebetulnya acara televisi yang baik? Budayawan Goenawan Muhammad pernah bilang, acara televisi itu menghibur dan tidak membodohi pemirsanya saja sudah cukup. Lalu bagaimana agar acara televisi bisa mendapat rating dan share yang bagus? Jika ada formula pasti tentang itu, pasti akan menjadi rebutan para creator acara televisi tentunya. Yang jelas jadi Tim Kreatif Televisi itu, keren!