Video Streaming: Dari Komunitas Hingga Penyiaran Televisi

Video Streaming: Dari Komunitas Hingga Penyiaran Televisi
Diki Umbara

Sebuah komunitas atau barangkali gerakan tepatnya, di salah satu sudut ibukota, puluhan anak muda sedang menyimak paparan tiga pembicara yang bergantian membahas salah satu isu yang lagi trend di linimasa sosial media twitter. Tiga meter di depan panggung, sebuah kamera high definition merekam helatan ini. Berlangsung hampir dua jam, acara ini disaksikan pula di Jogjakarta, Medan, Banjarmasin, Makassar, serta kota lainnya. Bahkan ada juga yang menyaksikan di luar Indonesia. Terhubung melalui YouTube Live Streaming, apapun dan dimanapun acara bisa tersebarluaskan secara (nyaris) realtime.

Menyaksikan event dalam waktu bersamaan dalam jarak tertentu atau bahkan seolah tak berjarak, telah menjadi eksperimen sedari dulu. Namun demikian hal ini berkaitan dengan infrastruktur lainnya, karenanya beragam platform kini memungkinkan untuk membuat acara yang bisa disaksikan di mana saja dengan biaya yang jauh lebih murah.

Membincangkan video streaming akan berkaitan pada beberapa hal, yakni video streaming sebagai cara: menangkap suara dan gambar (menonton), menyiarkan (broadcast), serta mentransmisikan. Ada kalanya ketiga hal ini bisa dilakukan bersamaan oleh pengguna yang sama. Teknologi internetlah yang telah memungkinkan semua ini. Bisa jadi, kelak akan makin banyak kanal-kanal pribadi yang bisa diakses oleh siapapun dan kapanpun secara langsung. Kebiasaan mengunggah video dan menyebarluaskan yang kini sedang menjadi trend nampaknya akan terus diakomodir oleh beragam produsen, baik yang berbekal basis aplikasi maupun dengan bantuan piranti keras.

Beragam Cara Menonton Televisi

Banyak cara bagaimana menikmati siaran televisi. Yang konvensional, tentu saja menonton saluran televisi free to air dengan memanfaatkan antena UHF/VHF. Kelemahannya, sedikit saja saluran yang bisa diterima oleh pesawat televisi karena tergantung dari seberapa banyak transmisi televisi yang ada dan mampu ditangkat pesawat televisi. Masih menikmati saluran free to air bisa pula dengan menggunakan antena parabola. Ada ratusan kanal yang bisa dinikmati, tak hanya kanal yang ada di Indonesia. Dengan antena parabola bisa menangkap beragam saluran televisi luar negeri.

Cara lainnya dengan televisi berlangganan atau tv pay, bisa dengan kabel maupun mini dish parabola. Saat ini sudah banyak penyelia kanal televisi berlangganan. Beragam paket bisa dinikmati. Kelebihan dari televisi berlangganan tentu saja kita bisa menikmati saluran yang tidak ada pada kanal free to air. Kanal-kanal film, fashion, dan olahraga misalnya.

Dan terakhir yang kini sedang menajdi trend adalah menonton televisi melalui siaran streaming. Dengan alat tambahan yang disambungkan pada televisi (dan bisa jadi kelak pesawat televisi bisa embeded dengan alat tersebut) maka menikmati saluran televisi menjadi jauh lebih mudah dan murah. Beragam perusahaan membuat peralatan tersebut. Produk tersebut di antaranya: Roku 3, Amazon Fire TV, Apple TV, Google Nexus, dan Chromecast. Kualitas gambar dan suara di saluran televisi melalui peralatan ini tidak kalah bagus dibanding dengan televisi berlangganan apalagi jika dibandingkan dengan menonton televisi dengan cara konvensional di atas tadi.

Pada Roku 3, kita bisa menikmati bahkan hingga 2000 kanal lebih. Roku menyediakan remote control yang memudahkan pengguna dalam pencarian kanal yang diinginkan, ada pula headphone yang bisa digunakan tanpa kabel atau wireless, serta ada tambahan microSD dimana bisa menyimpan game di dalamnya.

Amazone Fire boleh dikata sebagai pionir dalam televisi streaming. Bagi peminat game, alat ini memungkinkan pengguna tak sekadar menonton televisi tapi bisa menikmati beragam game yang sangat populer seperti Minecraft dan Grand Theft. Amazon nampaknya tahu betul kebutuhan peminat saluran televisi streaming biasanya tak ingin repot-repot jika sewaktu-waktu ingin bermain video game walaupun sebenarnya console game ini dijual secara terpisah.

Apple yang sebelumnya terkenal dengan produk iPod dan iPhone, tak mau kalah dalam pembuatan device untuk menonton televisi streaming. Apple TV memungkinkan kita untuk menonton beragam saluran baik yang free to air maupun yang berbayar. Salah satu hal unik dari Apple TV, dengan device iOS kita bisa sharing foto dan video pada sesama pengguna Apple TV.

Setelah populer dengan mesin pencari yang siapapun kini pasti tahu dan menggunakannya, Google tak ketinggalan untuk meramaikan televisi streaming. Google Nexus bekerjasama dengan Asus melahirkan pula Nexus Player. Pun seperti halnya Apple TV, dengan Google Nexus pengguna bisa juga bermain game serta berbagi foto dan video. Selain Nexus, Google juga menghadirkan Chromecast sebuah produk yang nampaknya ebih banyak digemari dari pendahulunya.

Peralatan Live Streaming di Stasiun Televisi

Inilah yang dimaksud live streaming yang digunakan stasiun televisi. Di stasiun televisi, streaming menjadi cara ke empat bagaimana video (dan juga audio) ditansmisikan dari satu tempat. Pertama dengan SNG (Sattellite News Gathering), ke dua dengan microwave, ke tiga dengan FO (Fiber Optic), dan yang terakhir dengan teknologi Internet (IP) Transmission  seperti pada bahasan kali ini. Hingga kini setidaknya ada tiga platform IP Transmission atau live streaming untuk kebutuhan penyiaran televisi yang sudah digunakan oleh banyak stasiun televisi di dunia, yakni LiveU, TVU, dan DMNG.

LiveU memungkinkan digunakan di mana saja tanpa terbatas oleh jarak. Dengan peralatan yang berukuran kecil, perangkat LiveU tentu saja tidak memerlukan kendaraan khusus seperti halnya SNG. Dengan LiveU, reporter bisa bersiaran dari mana saja bahkan bisa melakukan reportase secara bergerak. LiveU mengeluarkan seri LU60 yang bisa menggunakan sinyal 3G/4G serta koneksi WiMAX serta modem wifi. Resolusi video LiveU sudah bisa 1080i HD.

Seperti halnya LiveU, TVU Network memanfaatkan sinyal seluler dan Internet Protocol (IP) dalam mentransmisikan video. TVU dengan TVUPack, peralatan TVU yang compact, memungkinkan untuk dibawa kemana-mana oleh seorang diri di lapangan. Pengoperasian alat ini terbilang sangat mudah yakni cukup menekan tombol on/off. Ada beragam interface standar broadcast yakni SDI, HDMI, Composite, serta Firewire. Kualitas live HD menggunakan koneksi 2.5G/3G/4G. Namun tak seperti SNG tentunya, karena pada TVU akan ada delay beberapa detik. Cukup dalam satu ransel, perlatan modular ini kini sangat populer. TVUPack digunakan oleh beberapa stasiun televisi di Indonesia seperti I News TV (MNC Group) tak jarang menggunakan perlatan ini dalam siaran langsung dari berbagai daerah ketika SNG tidak memungkinkan.

Dibanding LiveU dan TVU, nampaknya DMNG walaupun dianggap pendatang baru namun memiliki “kelebihan”. Ketersediaan input RCA, On Camera, serta peralatan yang lebih ringan merupakan kelebihan dari DMNG. Namun untuk lamanya ketahanan battere rupannya masih kalau dibanding LiveU maupun TVU. DMNG yang merupakan kepanjangan dari Digital Mobile News Gathering memiliki kamera wireless yang didesain khusus oleh Aviwest.

Berbagai Platform Streaming Televisi

Agar siaran televisi dan tentu saja tidak sekadar itu, diperlukan platform yang mendukung untuk mendistribusikan siaran atau tayangan tersebut. BBC yang semula sebagai televisi tereterial di Inggris, tahu betul akan kebutuhan streaming bagi siapapun yang hendak mengakses siaran BBC. Berbasis aplikasi iOS, BBC mengeluarkan BBC iPlayer. Hingga kini tak kurang dari 200 juta pelanggan iPlayer.  Pengguna iPhone, iPad, bahkan laptop bisa mendownload aplikasi ini lantas tersambung dengan BBC melalui iPlayer. Menonton siaran BBC menjadi sangat mudah.

Platform lainnya yang populer tentu saja YouTube. Mulanya Youtube hanya sebagai website peungggah dan pengunduh video. Namun saat ini YouTube memungkinkan bagi siapapun untuk live streaming. Ya seperti yang dilakukan oleh komunitas di Jakarta pada awal artikel ini tentu saja. Tak perlu banyak budget yang dikeluarkan, kini siapapun bisa punya kanal sendiri di YouTube untuk bersiaran langsung. Yang paling banyak menggunakan saat ini adalah para video blogger. 17 juta lebih pengguna YouTube kini saling sharing konten video.

Belum terintegrasi pada semua smart tv, tapi Netflix bisa digunakan di PC/Mac, Appple TV, Wii, telpon Android serta tablet. Dengan Netflix bisa menikmati beragam saluran televisi berkelas. Namun sayangnya tidak gratis sebab Netflix memungut biaya sekitar Rp.70 ribu per bulan.

Selain Netflix, ada LoveFilm Instant yang juga bisa berjalan pada PC/Mac, Kindle Fire HD, iPad, Xbox, PS3 serta Sony’s Home Cinema System. Tidak kurang dari 4.000 judul film bisa ditonton melalui Netflix belum termasuk beberapa saluran televisi favorit. Pada bulan pertama kita bisa menikmati semua ini secara gratis, sedangkan selanjutnya mesti membayar.

Siaran Televisi Streaming

Dan siaran televisi streaming sebagai “televisi” yang mandiri nampaknya menjadi hal lain. Komunitas sebagai organisasi nirlaba serta perusahaan sudah memanfaatkan jaringan ini. Artinya televisi sebagai medium siaran ini dijadikan alternatif saat streaming memungkinkan hal itu. Lunar TV, Inspira, serta NT TV sebagai contoh kecil saja bagaimana mereka bisa bersiaran dan tentu dengan budget yang jauh lebih rendah ketimbang televisi konvensional yang sudah lama establish.
Jika infrastruktur memadai tentu saja televisi streaming akan menjadi bukan sekadar alternatif tapi bisa jadi pilihan utama nantinya. Sekolah, kampus, pesantren, atau komunitas apa saja yang sebelumnya tidak mudah untuk “membuat” kanal televisi, kini tidak sulit lagi untuk mewujudkan itu semua. Di balik itu semua, rasanya tak ada yang jauh lebih penting dari konten siarannya. Secanggih dan semudah apapun teknologi akan menjadi sia-sia ketika konten yang ditansmisikan tidak memiliki manfaat bagi si penontonnya kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s