Virtual Set, Bagaimana Agar Terlihat Lebih Realistik?

Virtual Set, Bagaimana Agar Terlihat Lebih Realistik?
Diki Umbara

Bagi Anda penggemar film Superman, tentu akan bisa membedakan film superhero dari masa ke masa semakin terlihat lebih bagus, bagaimana Clark Kent bisa terbang begitu sempurna utamanya dari Superman Returns (2006), Man of Steel (2013), dan tentu saja nanti pada Batman vs Superman: Dawn of Justice (2016).Inilah salah satu film yang menggunakan teknologi dengan tehnik chroma keying. Tentu masih banyak sederet film Hollywood lain seperti Alice in Wonderland, The Hobbit, dan Life of Pi. Pada film terakhir, penonton takjub bagaimana aktor bisa bersahabat erat dengan memeluk harimau, yang pada pembuatan filmnya sesunggunya aktor hanya memeluk boneka warna biru. Boneka biru inilah yang “disulap” pada tahap paska produksi menjadi harimau tadi.

 

Tidak hanya di film, teknologi chroma key juga digunakan pada tayangan televisi. Bisa jadi hampir semua stasiun televisi menggunakan teknologi dan tehnik ini, acara berita salah satunya. Jika pada film tehnik chroma key dilakukan pada tahap post production, maka di program televisi dilakukan secara langsung. Namun pada dasarnya sama, inilah yang dimaksud sebagai chroma keying. Pembaca berita seolah sedang duduk dengan beragam latar seperti kota malam hari, gedung parlemen, dan lain sebagainya. Padahal aslinya di belakang news anchor tersebut hanya dinding berwarna biru atau warna hijau.

Dalam teknologi ini engine pada keying memakai algoritma pencarian pixel yang berbeda (unsimilar) dengan fixel sekitarnya. Lalu didakan pemisahan dengan pixel yang berbeda informasi, lantas dihilangkan. Namun keadaan default baik dengan menggunakan hadware, software, atau gabungan keduanya ini bisa diakalin dengan value yang bisa diubah oleh pengguna.

Keberhasilan dari bagaimana virtual set bisa padupadan dengan subyek nampak realistik didukung oleh beberapa faktor. Dengan demikian ketika salah satu faktor atau elemen ini tidak dibuat atau dilakukan dengan benar, kemungkinan akan menghasilkan tampilan yang kasar, tidak enak dipandang mata.

5 Elemen Penting

Keberhasilan virtual set didukung oleh 5 hal penting berikut, yakni: Space (ruang), Screen (layar), Camera (kamera), Lighting (pencahayaan), dan Post Pro (paska produksi/editing). Kelima elemen inilah yang mesti diperhatikan ketika kita hendak menggunakan virtual set sebagai kesatuan tampilan pada layar nantinya. Jika saja salah satu elemen itu tidak diindahkan, bisa jadi hasil akhir virtual set tidak akan sempurna.

Space

Ruang atau space diperlukan untuk menempatkan subyek, yakni orang yang bisa jadi presenter atau host, bintang tamu, atau siapapun itu bahkan benda mati sekalipun. Semakin luas ruang tersedia itu lebih baik, diperlukan jarak antara subyek dengan layar (screen). Jika subyek akan diambil dengan full atau wide shot tentu ruang yang sempit akan menyulitkan.

Screen

Layar atau screen untuk chroma key biasanya berwana hijau atau biru, kedua warna ini diyakini sebagai warna yang tidak dimiliki oleh manusia. Hal ini untuk memudahkan saat shooting atau editing nantinya ketika memisahkan subyek dengan latar. Screen bisa terbuat dari apa saja. Bisa dinding yang dicat atau bisa juga berupa kain yang berwarna hijau atau biru. Untuk dinding yang dicat warna hijau atau biru, gunakan bahan yang tidak memantulkan cahaya. Hindari cat yang mengandung coating karena bisa menimbulkan refleksi.

Saat ini sudah ada beberapa screen yang bisa dibawa kemana-mana, ini tentu saja memudahkan ketika shooting dilakukan tidak hanya di satu tempat saja. ChromaFlex dengan ukuran 2,1 meter berat 5kg sebagai contohnya. Alat ini cukup praktis untuk melakukan shooting chroma keying di lokasi mana saja.

Screen lain yang biasa digunakan untuk keperluan shooting chroma key adalah cyclorama, nyaris tidak ada sudut pada layar ini. Hal ini membuat pencahayaan akan bisa lebih merata, yang berarti subyek dengan latar tidak sulit untuk dipisahkan.

Kamera

Kamera video jenis apa yang cocok untuk shooting dengan metode chroma keying? Sebetulnya saat ini hampir semua jenis kamera memungkinkan hal ini. Namun sebagai perbandingan, kamera dengan format DV nyatanya tidak lebih baik dari kamera dengan format betacam. Kamera dengan format Full HD tentu sudah jauh lebih baik. Terlepas dari itu, hal yang paling penting daat shooting untuk chroma keying adalah setting di kamera itu sendiri. Diafragma dan speed harus diperhatikan sedari awal. Fokus diafragma dan speed normal pada backgroundnya, bukan pada subyeknya.

Lighting

Pencahayaan atau lighting dalam shooting untuk keperluan chroma keying menjadi poin yang sangat krusial. Sebaik apapun latar atau screen serta kamera yang digunakan akan menjadi sia-sia ketika pencahayaan tidak dilakukan dengan baik. Chroma key berkaitan erat dengan warna, dan warna tidak bisa dipisahkan dengan cahaya, karenanya cahaya yang asal terang dengan tidak memperhatikan kebutuhan chroma keying ini bisa merusak segalanya.

Untuk subyek diperlukan pencahayaan utama (key light), lantas pencahyaan pengisi (fill light), serta back light untuk memisahkan subyek dan latar, dan terakhir diperlukan background light. Jika back light, cahaya diarahkan pada subyek dari arah belakang, maka background light dimaksudkan untuk memberi cahaya pada screen/latar agar warna green atau blue merata.

Editing  

Hasil akhir dari chroma keying dilakukan pada saat paska produksi. Namun ini tidak demikian untuk keperluan LIVE misalnya. Pada acara live digunakan hardware tertentu untuk melakukan chroma keying tadi. Yang paling umum adalah menggunakan vision mixer, dimana pada mixer video tersebut sudah ada fasilitas untuk chroma key.

Jika tidak dilakukan langsung, maka tehnik chroma key dilakukan saat paska produksi atau editing. Hampir semua software editing memiliki fasilitas atau plugs in untuk chroma key. Namun ada juga softwar untuk chroma key yang berdiri sendiri atau stand alone. Wax, sebuah software yang dikhususkan untuk chroma keying termasuk compositing dan 3D effect. Software ini bisa digunakan secara mandiri (stand alone) maupun sebagai plug in yang ditambatkan pada sofware editing. VirtualDub, juga merupakan software editing yang didesain sedemikian rupa agar editor bisa dengan cepat melakukan chroma keying. Karena tool chroma keying sebagai tambahan, hasilnya memang kurang maksimal.

Blue Screen atau Green Screen?

Seperti penjelasan pada awal tulisan ini, shooting dengan tehnik chroma key artinya subyek akan diambil gambarnya dengan latar satu warna. Warna yang dimaksud adalah biru atau hijau. Kedua warna ini dianggap paling tidak menyerupai warna kulit. Porsi warna hijau atau biru di latar belakang akan digantikan dengan gambar lain. Proses ini dikenal sebagai keying, keying out, ada juga yang menyebutnya dengan kata key saja.

Hingga kini warna hijau paling sering digunakan dibandingkan warna lain, hal ini disebabkan sensor penerima gambar di kamera video digital paling sensitif dengan warna hijau. Pada bayer pattern nyatanya banyak pixel pada warna hijau, hal ini dilakukan dengan meniru sensitifitas mata manusia yang meningkat terhadap cahaya hijau. Dengan demikian kamera menangkap key warna ini paling jernih.

Pencahyaan untuk menyinari warna hijaupun rupanya diperlukan lebih sedikit ketimbang warna biru, hal ini dikarenakan sensitfitas pada warna hijau terhadap sensor kamera lebih tinggi. Sebelumnya, warna biru digunakan sebelum digital keying terutama untuk proses optikal, namun demikian warna biru ini memerlukan pencahyaan yang jauh lebih banyak. Walaupun nyatanya warna biru memiliki keunggulan yaitu di dalam spektrum visual. Namun lagi-lagi, faktor terpenting dalam proses keying yakni pemisahan antara warna subyek dengan warna latar belakang atau screen.

Chroma Key untuk LIVE

Saat ini banyak produsen yang menawarkan teknologi chroma key untuk keperluan acara televisi live. Beraga kelebihan ditawarkan, bahkan tentu saja bukan sekadar chroma key yang memisahkan subyek dan latar, lebih dari itu produk yang dimaksud bisa memadupadankan beragam kebutuhan lainnya. Latar tiga dimensi, grafis yang interaktif, serta pencahayaan yang pada akhirnya output yang dihasilkan lebih realistik.

Diantara teknologi chroma key yang dimaksud antara lain Ultimate dengan produk terakhirnya Ultimate 11 HD/SD dengan fasilitas input firewire, composite, dan S-Video. Ultimate merupakan gabungan antara hardware dan software. Produk lainnya BoinxTV, mudah digunakan, selain untuk televisi juga bisa digunakan untuk keperluan broadcasting lain seperti streaming internet. Namun BoinxTV hanya berjalan pada platform Mac. Pada jajaran profesional ada Blacmagic Design Declink, beragam input dan output memungkinkan untuk digunakan para profesional dengan hasil yang baik.

Untuk keperluan shooting dengan menggunakan lebih dari satu kamera, beberapa produsen untuk chroma keyingpun tak kalah bersaingnya. Tricaster salah satunya, terus mengembangkan beberapa varian yang bisa menjadi pilihan pengguna. Bagaimana kamera seolah bisa melakukan manuver seperti jimmy jib, tak hanya zooming dan paning, tapi kamera bisa nampak swing atau mengayun yang berarti studi kecil saja seperti nampak besar. Begitulah teknologi broadcasting televisi kini. Artinya bagaimana kreatifitas para user telah dibantu oleh salah satu teknologi ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s