Yang Menggoda dari Mata Najwa

Yang Menggoda dari Mata Najwa
Diki Umbara

NAJWA

Script opening ini tampil pada teleprompter, yakni sebuah pengial baca yang diletakkan di depan lensa kamera. Dengan sorot mata yang khas, intonasi yang diatur sedemikian rupa, Najwa Shihab membuka acara Mata Najwa dengan membaca naskah di atas. Talkshow sebagai format acara di radio dan televisi diprakarsai oleh Joe Franklin pada tahun 1951 di WJZ-TV. Sebagai acara perdana, acara mendapat sambutan baik dari pemirsa di Amerika. Selanjuttnya mulai tahun 1962 hingga 1993 talkshow ini berpindah ke televisi WOR-TV. 31 tahun tentu bukan waktu yang pendek untuk sebuah acara televisi.

Talkshow Televisi dan Perkembangannya

Diminati di Amerika, talkshow sebagai acara yang informatif selain berita, menyebar dan digemari pula oleh masyarakat Eropa serta benua lainnya. The Tonight Show, merupakan acara talkshow paling lama. Dimulai tayang perdana tahun 1954, acara yang tayang di NBC ini hingga sekarang masih ada. Disusul kemudian oleh The Late Night Show, sebuah talkshow yang begitu populer di Irlandia.

Talkshow sebagai salah satu format acara, pada perkembangannya juga melahirkan semacam sub-genre. Maka lahirlah talkshow yang khusus tayang pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Sub genre lainnya adalah Sunday Talk, talkshow yang tayang khusus pada akhir pekan. Sub genre berdasar waktu tayang ini juga nyatanya diikuti oleh televisi di Indonesia, talkshow Bincang Malam dan Indahnya Pagi, dua talkshow ini cukup lama tayang di TVRI. Sub genre bukan sekadar perihal waktu tayang, lebih dari itu biasanya akan berkaitan dengan konten atau tema, narasumber, serta kemasannya.

Isu dan Narasumber

Isu atau tema serta narasumber pada talkshow adalah dua elemen penting, karena sepopuler siapapun hostnya tentu tidak akan menarik jika bahasan serta narasumber dari talkshow itu bisa-biasa saja. Tema dalam talkshow tentu bisa apa saja, tergantung dari tujuan dari talkshow itu sendiri. Dua hal paling populer yang dijadikan tema dalam talkshow yakni segala sesuatu tentang current issue dan hal yang inspiring. Jika current issue akan berkaitan dengan waktu, maka tema inspiring biasanya tidak akan tergantung hal itu bahkan bisa timeless.

Host Talkshow

Host atau pembawa acara talkshow menjadi point utama dalam acara ini. Host menjadi kunci karena merekalah yang memandu, ke mana arah talkshow ditujukan, ia yang menggali isu dari narasumber yang dihadapinya. Kekuatan host ini disadari betul oleh pembuat acara televisi. Atas itu pulalah lahir talkshow dengan membawa nama si host dalam judul talkshownya. Di Amerika ada The Jerry Sringer Show, Piers Morgan Tonight, The Jay Lano Show, The Caroline Rhea Show, Oprah Winfrey Show, dan Larry King Live. Oprah Wimfrey dan Larry King membawakan acara talkshow cukup lama, karenanya nama kedua host ini tak hanya terkenal di Amerika tapi sangat dikenal hingga pelosok dunia.

Selain di Amerika, talkshow yang menggunakan nama host sebagai nama pertunjukkan juga dilakukan negara lain. The Paul O’Gradey Show (Inggris), Nightlife with Alan Khan (Afrika Selatan), Kofee with Karan (India), The Alan Hamel Show (Kanada), dan Sanja (Kroasia). Sanja, sebagai salah satu host disematkan untuk nama talkshow tanpa embel-embel kata lainnya. Di Indonesia ada Sarah Sechan, host yang namanya juga dipakai untuk judul talkshow di Net TV. Televisi yang “boros” menggunakan nama host dalam acara talkshow adalaha Metro TV. Di televisi yang memposisikan diri sebagai televisi berita ini ada Just Alvin yang dipandu Alvin Adam, Kick Andy yang dipandu Andy F. Noya, dan Mata Najwa yangdipandu oleh Najwa Shihab. Televisi publik TVRI tak mau ketinggalan pula membuat talkshow dengan menyematkan nama host pada acaranya yakni Minggu Malam Bersama Slamet Rahardjo.

Ada Apa-Apa di Mata Najwa                                                                

Acara talkshow di Indonesia seringkali tak bertahan lama. Alasan kenapa acara tersebut tidak berlanjut biasanya ada beberapa hal, dan yang paling umum tentu saja terkait dengan rating dan share acara tersebut. Karena rating dan share dari Nielsen Media Research masih menjadi satu-satunya alat ukur seberapa banyak sebuah acara ditonton. Acara talkshow datang dan pergi silih berganti. Tapi ada yang masih bertahan dan masih banyak digandrungi penonton, yakni Mata Najwa.

Mata Najwa pertama kali tayang di Metro TV pada 29 November 2009. Memasuki tahun ke 5 acara yang menjadi unggulan Metro ini selalu menghadirkan bintang tamu yang dianggap sedang kontroversial saat itu atau pejabat tinggi negeri ini. Megawati, BJ Habibie, Jusuf Kalla, Joko Widodo, dan Basuki Tjahya Purnama atau Ahok pernah menjadi narasumber di Mata Najwa.

Najwa Shihab yang kini dipercaya sebagai Wakil Pimpinan Redaksi Metro TV, meniti karir jurnalis yang cukup pesat. Bermula sebagai reporter, presenter, lantas menjadi asisten produser, produser, dan eksekutif produser. Karir dari reporter menjadi presenter sebetulnya hal yang lumrah, karena seringkali jenjangnya demikian. Namun di luar sana, semisal CNN atau BBC, kita akan jarang menemukan presenter yang sangat muda. Karena untuk menjadi presenter diharuskan menguasai lapangan sebagai reporter dalam jangka waktu yang panjang. Dengan demikian maka penyiar televisi CNN, BBC, ABC, FOX News, biasanya merupakan penyiar yang matang. Hal ini nampaknya agak berbeda dengan televisi di Indonesia, sebab kenyataannya beberapa presenter lahir dari reporter yang belum lama menguasai lapangan. Demikian pula dengan Najwa Shihab, ia sebetulnya belum memiliki pengalaman panjang sebagai reporter ketika akhirnya meniti karir menjadi presenter.

Namun nampaknya Najwa belajar cepat, sempat tegopoh-gopoh di awal-awal saat menjadi presenter, kini telah menjadi pembawa acara yang memiliki kepercayaan tinggi. Berbagai penghargaan telah di dapat Mata Najwa, seperti dua kali KPI Awards sebagai talkshow terbaik serta terpilih menjadi salah satu nominasi The 15th Asian Television Awards untuk kategori Best Current Affair Program untuk episode Separuh Jiwaku Pergi.

Tatapan Najwa dalam membawakan Mata Najwa menjadi sangat khas, Nana begitu ia biasa dipanggil, biasanya akan menatap langsung narasumbernya dengan tajam. Kerap ketika narasumber nampak kaku, maka Najwa akan membuka pertanyaan dengan hal yang sangat ringan. Ini biasa pula dilakukan para presenter di luar dengan tujuan sebagai ice breaking. Kekhasan lain dari Mata Najwa, Nana akan menggunakan semacam bahasa tubuh dengan menyorongkan badan ke arah narasumber. Hal ini nampaknya disukai oleh narasumber, karena itu berarti betapa host atau pembawa acara concern pada paparan narasumber.                                    

Kekuatan Riset

Memang tak seperti Oprah Winfrey show yang memiliki tim riset yang begitu banyak, atau tidak pula seperti Jay Lano dan Larry King yang punya tim riset lengkap, tapi Mata Najwa nampaknya tak mengenyampingkan riset sebagai senjata utama dalam talkshow. Data dari hasil riset sangat diperlukan bagi pembawa acara. Dengan data yang diolah menjadi informasi yang penting, menjadi salah satu bahan pertanyaan atau question list yang dibuat oleh tim penulis. Lebih dari itu, informasi dari hasil riset juga bisa menjadi bahan untuk konfirmasi pada narasumber yang dihadapi oleh pembawa acara.

Seperti halnya Oprah Winfrey Show yang sukses pula pada tour talkshow di luar studio, Mata Najwa ditonton ribuan pasang mata saat tampil di Universitas Negeri Jogjakarta dengan tema saat itu, Dari Jogja: Berani Tampil Beda. Lalu, sampai kapan Mata Najwa akan bertahan di televisi, tak ada yang bisa memastikan. Tapi setidaknya, lima tahun sudah terlewati oleh Najwa Shihab dan timnya untuk menghadirkan tontonan menarik selain hiburan yang ditayangkan televisi.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s