Candid Camera, Bukan Sekadar Menyembunyikan Kamera

 Candid Camera, Bukan Sekadar Menyembunyikan Kamera
Diki Umbara

 

Rutan Salemba siang itu ramai seperti biasanya. Di pintu gerbang, penjagaan terlihat wajar. Bahkan tidak nampak lebih ketat ketimbang kedutaan Amerika Serikat. Beberapa pengunjung antri melewati dua lapis pintu masuk. Di lapis ke dua inilah pemeriksaan nampak benar-benar dilakukan.

Di antara puluhan pengunjung saat itu ada seorang pemuda yang juga ikut antri, sama seperti yang lain ia melewati pemeriksaan petugas. Namun ada yang tidak disadari oleh petugas penjaga rumah tahanan, pemuda tadi sudah dan masih melakukan perekaman video. Bagaimana bisa?

Candid camera merupakan tehnik pengambilan gambar di mana subyek yang direkam tidak menyadarinya sebab si perekam tidak nampak seperti sedang melakukan pengambilan gambar. Kenapa mengambil gambar harus secara diam-diam? Dari sinilah sebetulnya upaya candid camera harus dilakukan atau tidak. Ya, candid camera bukan sekadar menyembunyikan kamera. Lebih dari itu ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, saat persiapan juga pada waktu berlangsungnya pengambilan gambar tersebut.

Beragam Spy Cam

Saat ini telah banyak alat untuk melakukan perekaman gambar dengan tersembunyi di mana subyek yang direkam tidak akan menyadarinya. Beragam spy cam dibuat sedemikian rupa baik yang dikenakan oleh si pengguna atau “sekadar” di taruh di tempat tertentu. Dan beragam alat ini tidak sulit didapat karena ada banyak toko yang menjajakannya atau bisa dipesan melalui toko online di internet. Alat pengintai yang semula hanya ada di film-film spionase semisal James Bond, kini bisa dibeli siapa saja.

Melihat perkembangannya, apapun kini nampaknya bisa dipasangi lensa kamera yang pada akhirnya bisa merekam serta menyimpan hasil rekamannya. Industri melihat peluang ini, maka beragam produk kamera pengintai kini sudah banyak variannya. Di antara produk tersebut di antaranya, Spy Pen kamera pengintai yang ditanam di dalam sebuah bullpoint. Bentuknyapun memang serupa bullpoint, maka orang tidak akan mengira kalau itu merupakan spycam. Untuk menggunakan kamera ini cukup diletakan di saku baju. Spycam Watch berupa jam tangan, beragam bentuk dari yang classy sampai yang trendy. Arahkan tangan ke manapun, maka arah perekaman akan mengikuti bagaimana jam tangan itu diarahkan.

Sun Glasses Spy, seperti halnya jam tangan, kaca mata pengintai ini juga memiliki beragam bentuk. Dari kacamata yang biasa digunakan dipantai, hingga kacamata para eksekutif muda. Penggunaanya tentu sangat mudah atau bisa jadi ini paling mudah. Seperti halnya mengenakan kacamata biasa, tinggal mana obyek yang ingin diintai, maka arahkan mata ke obyek tersebut. Lighter Spy, kamera yang ditanam ke dalam bentuk korek atau lighter. Penggunaanya tinggal diletakan saja di atas meja, atau dengan pura-pura menyalakan rokok misalnya. ID Card Spy, lensa kamera yang sangat mungil ditanam pada kartu pengenal. Dikalungkan atau dijepitkan pada saku baju. Pin Spy, mirip dengan ID Card Spy hanya saja dalam berbagai bentuk pin. Kelebihannya tentu saja pin spy bisa ditempel di mana saja. Ada juga yang dalam bentuk kancing baju. Jadi kamera menempel di kancing baju, dengan demikian kancing kamera tersebut mesti sama persis dengan kancing lainnya yang ada di pakaian tersebut.

Selain spy cam yang memang dikenakan di tubuh kita, beberapa jenis kamera pengintai memiliki bentuk dan fungsi yang bisa ditata di tempat tertentu. Cloth Hanger Spy, kamera pengintai dalam bentuk gantungan baju. Tentu saja kamera ini memungkinkan untuk dipasang di kamar atau ruang tertentu yang jika ada gantungan baju merupakan hal yang lumrah. Frame Spy, merupakan kamera pengintai dalam bentuk frame foto. Ruang tamu, ruang kerja, serta kamar menjadi tempat-tempat di mana frame spy ini bisa disimpan. Power Switch Spy, kamera yang ditanam pada stop kontak listrik.   

Merekam Diam-Diam dalam Undang-Undang

Menurut ahli hukum yang berdasar pada Pasal 31 ayat 2 UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) 2008, ternyata merekam diam-diam dengan menggunakan perangkat teknologi seperti kamera tersembunyi, alat perekam video, atau perekam suara dikategorikan sebagai illegal interception. Kegiatan perekaman diam-diam yang dimaksud seperti percakapan pribadi seseorang yang direkam secara diam-diam, percakapan rahasia dagang, percakapan rahasia negara, serta percakapan yang atas permintaan lawan biacara agar dirahasiakan.

Namun demikian, perekaman yang diperuntukan kepentingan publik nyatanya bisa dibenarkan seperti CCTV misalnya, atau untuk keperluan jurnalistik. Dengan demikian perekaman diam-diam yang tidak dimaksudkankepentingan umum ini bisa dijerat hukuman. Jadi, untuk keperluan apa kita melakukan perekaman secara diam-diam tersebut harus dipikirkan sedari awal.

Candid Camera Program Televisi

Seorang crew segera mengejar orang yang baru saja direkam oleh timnya secara diam-diam. Ia memperkenalkan diri sebagai bagian dari tim lantas menyodorkan secarik kertas yang berisi tentang apakah subyek mengizinkan yang tim lakukan itu ditayangkan di televisi atau tidak. Ada yang setuju ada juga yang tidak. Kepada yang tidak setuju, crew tersebut berjanji untuk menghapus rekamannnya itu.

Begitulah salah satu kerja yang dilakukan oleh crew program televisi populer Just For Laugh sebuah acara ngerjain siapapun yang direkam dan ditayangkan televisi. Lucu, karena beragam reaksi dari subyek yang didapat secara spontan. Acara serupa, kalau tidak dibilang menjiplak, juga banyak di televisi di Indonesia. Namun rupanya cara kerjanya agak sedikit beda. Maka tak mengherankan ketika ada beberapa kasus komplain orang karena ia tidak suka direkam diam-diam dan lantas jadi tontonan publik. Kenapa bisa begitu? bisa jadi kebanyakan pembuat acara candid camera di kita tidak melakukan izin setelah melakukan perekaman diam-diam tersebut.

Seolah Hidden Camera

Tak mudah seperti yang dibayangkan, membuat acara televisi hidden camera akan menemui banyak kesulitan. Subyek yang belum tentu mau direkam secara diam-diam, lokasi yang sulit dalam pengambilan gambar, hingga subyek yang “tiba-tiba” bisa pergi dari intaian kamera. Jika pengambilan gambar atau shooting konsep hidden camera ini real dilakukan maka biasanya 7 dari 10 pengambilan gambar akan gagal. Jadi betapa harus banyak melakukan pengambilan subyek untuk misalnya satu episode acara televisi saja. Kesulitan semacam ini membuat crew frustasi.

Tidak menjadi problem ketika sebuah acara hidden camera itu tayang satu minggu sekali, namun jika lebih maka televisi atau production house tidak memiliki waktu.Ya tenggat atau deadline menjadi alasan klasik, maka dibuatlah cara bagaimana agar shooting candid camera tak memiliki kesulitan tersebut. Maka dibuatlah cara pengambilan gambar dengan seolah hidden camera. Pengambilan gambar tidak betul-betul dilakukan secara candid, namun seolah kameranya memang tersembunyi. Hal lain yang dilakukan, mengarahkan subyek seolah ia tak sadar sedang direkam. Sudut pengambilan gambar atau angle tententu memunngkinkan penonton akan merasa bahwa itu dilakukan secara diam-diam, secara tersembunyi. Angle yang dimaksud misalnya menggunakan sudut pengambilan gambar yang seolah rumit atau menggunakan foreground atau penghalang di depan lensa kamera.

Hidden Camera untuk Investigasi

Peralatan hidden camera seperti di atas akan sangat membantu para jurnalis yang melakukan liputan investigasi. Melakukan perekaman diam-diam pada akhirnya harus dilakukan ketika situasi tak memungkinkan untuk melakukan pengambilan gambar secara terang-terangan. Isu bahwa ada pesta narkoba di dalam penjara pernah terdengar. Karenanya untuk membuktikan itu harus dilakukan investigasi. Dan pemuda yang diceritakan di awal tadi telah berhasil melakukan jurnalisme investigasi, menggunakan spy cam dalam bentuk bullpoint di mana ia dengan leluasa bisa merekam kenyataan bahwa pemakaian narkoba di penjara benar adanya.

Liputan investigasi pesta narkoba di dalam penjara ditayangkan. Publikpun terperangah. Beberapa tahun kemudian kejadian serupa juga ada, kamar ekslusif bagi terpidana korupsi ada juga di penjara. Untuk beberapa kalangan, liputan investigasi merupakan hal yang mengerikan.

 

               

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s