Library Televisi, Pustakawan Audio Visual

Library Televisi, Pustakawan Audio Visual
Diki Umbara

Sebuah intra-mail masuk pada milis library, pengirimnya dari bagian marketing yang berisikan permintaan copy tayang sebuah acara. Berdasar email tersebut, seorang petugas library di salah satu stasiun televisi segera memeriksa. Dengan bantuan aplikasi News Archive, ia dengan mudah menemukan file data copy tayang yang dimaksud.

Pekerjaan tidak selesai sampai di situ, setelah menemukan file yang dimaksud, ia segera memindahkan file dari server ke dalam bentuk cakram DVD. Esoknya copy tayang segera diambil oleh bagian marketing untuk selanjutnya diberikan ke client beserta invoice dari bagian akunting. Begitulah bagian library bekerja, ia mensupport divisi lain yang membutuhkan layanan data dalam bentuk audio-visual. Di library inilah seluruh materi yang akan dan telah ditayangkan disimpan dengan sangat rapi.

Bagaimana Library Menyimpan Materi Tayang?

Bersama reporter seorang cameraman baru tiba di kantor, sebelumnya mereka berdua habis melakukan sebuah liputan. Tanpa membuang waktu, reporter segera menulis naskah sedangkan cameraman menuju salah satu ruang bagian library. Ia memberikan hasil liputan beserta catatan. Materi liputan berupa P2 card segera diingest oleh petugas library. Lantas sekarang materi liputan dengan filling yang rapi sudah tersimpan dalam server, yang kelak bisa dikases oleh user yakni editor dan juga produser.

Di newsroom, produser memeriksa naskah yang telah ditulis oleh reporter. Beberapa kesalahan kecil lantas ia koreksi. Untuk menyesuaikan naskah dengan hasil liputan, produser melakukan preview dengan mengakses materi hasil liputan yang telah tersimpan di server tadi. Naskahpun sudah siap untuk dibacakan reporter di ruang sulih suara.

Beberapa stasiun televisi membuat dua bagian library yakni library news, ia yang mengelola semua materi hasil liputan dan materi siap tayang dari editing, dan library yang mengelola materi tayang dari produksi atau non news. Dibuat demikian biasanya untuk memudahkan dalam melayani user dari dua departemen yang berbeda. Walaupun dalam penyimpanan materi tadi bisa saja dalam satu server yang sama.

Selain server yang walau bagaimanapun pasti ada limitasi untuk penyimpanan file-file dalam bentuk audio visual, maka biasanya akan ada tempat penyimpanan lain yakni hardisk eksternal atau sebuah tape dalam bentuk LTO atau Linear Tape-Open. LTO ini terus dikembangkan agar bisa menampung lebih banyak data, hingga saat ini sedang dikembangkan LTO-10 yang bisa menampung data hingga 48 terrabyte. Yang berarti dalam satu tape bisa menampung hingga ratusan jam materi auido visual. Ya dalam LTO-lah file-file ini disimpan terakhir kali setelah server tidak lagi bisa menampung. Karenanya di server sendiri dibatasi waktu penyimpanan baik materi hasil shooting maupun materi dari editing yang siap tayang. Bagian library-lah yang melakukan pemindahan materi dari server tersebut ke dalam LTO dengan catatan yang rapi sehingga kelak jika dibutuhkan materi tersebut akan dengan mudah untuk mencarinya.

Untitled-3

Peran Library di Televisi

Uraian di atas sudah menggambarkan bagaimana peran bagian library di televisi, sebagai gambaran lain beginilah urutan sederhana bagaimana sebuah acara bisa tayang di televisi:

Dari departemen programming disusun pola acara untuk waktu satu bulan, seminggu, hingga detail per hari. Untuk meyakinkan bahwa materi sudah ada atau belum makan programming akan berhubungan dengan bagian library. Di bagian library lah semua data tentang materi tayang tersedia, mulai judul, episode, durasi, hingga detail time code tiap segmentnya. Materi siap tayang dari tentu saja harus sudah melewati QC atau quality checker di mana kualitas gambar dan suara sudah benar-benar diperiksa, jika lolos QC maka materi tersebut artinya layak tayang. Dari programming, jadwal acara tersebut kemudian diterima oleh bagian MCR atau master control room. Selain data tersebut MCR juga akan menerima materi tayang dari library. Maka selanjutnya, berdasar jadwal dan materi tayang itulah tayangan akan muncul dari play out MCR.

Library televisi ibarat gudang materi tayang. Beragam kebutuhan (materi hasil shooting, materi untuk tayang, dan materi setelah tayang) dari berbagai departemen akan dipenuhinya. Artinya library televisi merupakan bagian vital, karena bagian inilah yang mesupport departemen lain. Iya akan melayani produser, bagian programming, petugas di MCR, dan bagian sales marketing. Dikepalai oleh seorang chief, library televisi akan bekerja selama 24 jam dengan pengaturan shifting untuk para petugasnya.

Beragam Sumber Audio-Visual

Ada banyak materi audio visual yang harus dikelola oleh bagian library. Untuk liputan berita lokal, maka library akan mengingest materi tersebut dari cameraman. Di beberapa televisi ada yang mewajibkan si cameraman televisi itulah yang mengingest materi liputan dia dengan didampingi petugas library. Untuk televisi skala nasional atau televisi sebagai pusat dari televisi berjaringan, materi hasil shooting juga didapat dari berbagai kontributor di daerah. Untuk mengurusi semua itu akan ada korda atau koordinator daerah yang akan menerima materi liputan dari daerah.

Melalui jaringan internet, para peliput di daerah mengirim materi hasil shooting dengan fasilitas send-video sehingga dengan cepat materi tersebut bisa diunduh oleh kordinator daerah yang berada di stasiun televisi pusat tersebut. Selain materi hasil liputannya, mereka juga akan mengirim naskah serta keterangan dari hasil liputannya itu. Setelah diunduh oleh korda, materi tadi kemudian disimpan di server library. Sehingga berikutnya materi tadi bisa diakses oleh produser yang kemudian ia akan oleh menjadi materi berita siap tayang.

Sumber lain bisa juga dari liputan di luar negeri, prosesnyapun hampir sama. Materi diunggah dari negara di mana liputan itu dilakukan lalu diunduh dan kemudian disimpan di server library. Sedangkan untuk materi berita internasional, beberapa televisi melakukan kerjasama dengan para penyedia konten berita. Ada beberapa situs yang menyediakan jasa tersebut diantaranya APTN atu AP Video Hub. Untuk mendapat berita dari luar inilah biasanya produser akan membuat list berita mana yang diinginkan dan menyerahkannya pada petugas library. Kemudian bagian library akan masuk situs terebut dan mencari berita yang dimaksud. Setelah paket berita didapat maka ia akan mengunduh berita tersebut. File materi tersebut biasanya akan berbentuk mp4 atau mpeg2 yang jika tidak sesuai dengan format untuk keperluan editing makan setelah diunduh materi tersebut kemudian dikonversi menjadi file yang bisa diedit. Ya petugas library akan mengconvert file-file tersebut sehingga bisa diedit ketika materi tersebut diambil oleh bagian editing. Jadi materi hasil unduhan yang disimpan di serrver merupakan file siap edit.

File lain yang mesti dikelola oleh bagian library adalah materi siap tayang dari bagian QC atau quality checker. Bagian QC akan menerima materi dari bagian editing atau internal stasiun televisi tersebut juga dari luar. Yang dimaksud dari luar adalah bisa dari production house untuk tv program seperti sinetron atau dari agency untuk materi tvc atau iklan. Setelah lolos QC materi-materi tersebut akan diserahkan pada bagian library.

Menjadi Petugas Library

Yang bertugas di bagian library televisi memang tidak disebut sebagai pustakawan juga tidak dinamai librarian. Walapun pada dasarnya library di televisi secara kerja nyaris seperti library atau perpustakaan buku. Ia harus pandai menyimpan, mengatur, serta melayani para peminjamnya. Untuk menjadi seorang petugas library di televisi, ia dipastikan harus menyukai audio visual, bisa mengoperasikan aplikasi komputer untuk keperluan library, serta menyukai seluk beluk perihal filling.

Walaupun tidak diwajibkan menguasai penyuntingan gambar karena petugas library memang tidak melakukan editing, namun baiknya petugas library bisa juga menggunakan software editing. Aplikasi yang mesti dikuasai oleh petugas library adalah aplikasi pengelolaan audio visual misalnya final cut server atau avid news server serta berbagai software untuk ingest materi hasil shooting.

Kecermatan dalam fillinglah merupakan syarat mutlak yang diperlukan oleh orang-orang yang akan bekerja di bagian library. Dan tentu saja kecepatan dalam mensupport para user tadi, sebab ada kalanya para user memerlukan materi yang diperlukan secepat mungkin. Ya pada akhirnya bagian library harus memiliki jiwa service to other.

3 pemikiran pada “Library Televisi, Pustakawan Audio Visual

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s