Talent Coordinator Televisi, Tak Ada Artis yang Ia Tak Kenal

Talent Coordinator Televisi, Tak Ada Artis yang Ia Tak Kenal
Diki Umbara

Di layar komputer dalam satu sheet, deretan nama artis berikut nomor contactnya tersusun rapi berdasar alfabetikal. Pada sheet lain tersusun nama artis berdasar grade A, grade B, dan grade C. Dalam sheet lainnya terdapat nama narasumber kalangan non artis dari berbagai latar belakang. Di atas meja terdapat catatan nama-nama artis hasil meeting yang dilakukan kemarin.  “Shootingnya Selasa depan standby jam 5 sore dan akan mulai on cam jam 7 malam. Ya, akan tampil di segmen empat dan lima. Scriptnya segera saya email. Sip. Langsung saya lock ya!” demikian obrolan seorang talent coordinator dengan seorang manajer artis di ujung telpon.

Head Hunter - Recruiter

Talent coordinator baru saja menyelesaikan satu di antara puluhan hal yang harus ia  lakukan minggu ini. Lantas ia mulai mengontak lagi artis lainnya, kali ini negosiasi lebih alot, rupanya yang dihubungi merupakan artis yang baru naik daun. Entah manajer artis yang ia hubungi itu memang ribet atau bisa jadi si artis itu sendiri yang sangat selektif dalam menerima pekerjaan untuk tampil di televisi.Begitulah talent koordinator bekerja, kemampuan komunikasi dalam negosiasi merupakan syarat mutlak yang harus ia miliki. Lebih dari itu seorang talent coordinator tentu harus tahu berbagai karakter dan kemampuan talent yang kelak akan diundang untuk mengisi acara. Dalam lain kesempatan, talent coordinator juga harus pandai mendapatkan talent yang bisa jadi mereka adalah para pendatang baru.  Ditemani produser, ia melakukan casting untuk mendapatkan presenter atau pembawa acara misalnya. Dari membuat jadwal open casting hingga mendapat beberapa pilihan calon  presenter yang nantinya diajukan pada produser dan eksekutif produser.

Selain data dalam bentuk profil dan kontak beragam talent, ia juga harus memiliki data dalam bentuk audio visual. Talent coordinator memiliki bank data yang jika sewaktu-waktu dibutuhkan user dalam hal ini produser, eksekutif produser, dan manajer produksi, ia harus bisa segera memberikan data yang diperlukan tadi. Keputusan final memang ada di user, namun talent coordinator bisa saja memberikan rekomendasi atau catatan pada talent yang diajukan tadi. Ini tentu saja akan membantu user sebelum akhirnya menggunakan talent mana sebagai pilihan akhir.

Casting, Sepeti Mendapatkan Jodoh

Hal paling parah dalam sebuah program televisi salah satunya ialah mendapati pemain atau talent yang tidak cocok dari apa yang diinginkan. Hal ini bisa terjadi walaupun sebetulnya bisa dihindari.  Salah casting atau gagal castinglah menjadi penyebabnya. Dalam mencari pengisi acara atau pemain memang sudah ada formula atau langkah umum, yakni melakukan casting untuk mendapatkan itu semua. Di depan kamera calon pemain diminta melakukan sesuatu sesuai keinginan script. Bagaimana talent bisa monolog, dialog, atau melakukan aksi, dan jika hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan tentu itu sudah jadi parameter kalau talent itu tidak cocok. Namun hal tersulit adalah ketika kita sudah mendapat misalnya ada beberapa pilihan talent yang sudah sesuai yang kita inginkan. Bagaimana memilih satu di antara tiga yang terbaik? Inilah hal krusial dalam menentukan talent mana yang akan diambil. Ini memang sudah bukan ranah talent koodinator, sebab keputusan terakhir ada pada user. Untuk membantu dalam mendapatkan talen terbaik inilah, talent coordinator bisa membuat dan menganalisa kelemahan apa saja yang ada pada ketiga talent terbaik tadi. Ya, pada akhirnya casting seperti mendapatkan jodoh. Selain logika, jangan pernah melupakan insting sebagai alat bantu dalam mengambil keputusan.

Jelas Sedari Awal

Bertatap muka langsung dengan talent dan juga mungkin managernya tentu akan lebih menguntungkan ketimbang berbicara melalui telpon, akan tetapi tidak betapa akan banyak waktu yang diperlukan talent coordinator jika harus melakukan itu. Komunikasi tatap muka hanya dilakukan saat urgent saja, termasuk saat sebelum talent akan menyetujui perkejaan yang diberikan. Dari awal talent coordinator, diminta atau tidak harus menjelaskan tentang klausul ketika talent menyepakati tawaran dari televisi tersebut. Hal penting itu terkait dengan jadwal detail, kapan mesti standby dan kapan shooting dilakukan, berapa jumlah episode serta berapa lama shooting dilakukan, berapa dan kapan fee dibayarkkan, apa saja yang harus dilakukan talent, bagaimana pembayaran,  dan hal rinci lainnya. Klausul itu baikknya tercantum  kontrak yang jelas. Beberapa talent suka malas membaca kontrak yang mungkin berlembar-lembar itu, karenanya talent coodinator mesti menjelaskan point-point penting.

Menjaga Hubungan

Komplain baik dari talent pada talent koordinator atau sebaliknya dari koodinator talent paada talent itu sendiri, mestinya tidak ada, jika kesepakatan seperti yang dijelaskan di atas, sudah dibuat sebelumnya. Tapi begitulah dalam kenyataan, ada kalanya seiring waktu ada hal-hal di mana kesepakatan itu dilanggar. Ini harus menjasdi catatan untuk talent coodinator. Ketika talent memiliki attidude yang tidak baik apalagi membahayakan dalam keberlangsungan acara, tentu jangan segan untuk membuat black list pada talen tersebut. Blacklist pada talent ini sudah seperti rahasia umum, dan ini bisa saja dishare pada talent coordinator televisi lainnya. Dan tentu saja ini menjadi kerugian besar bagi talent yang bersangkutan.

Di lain pihak, talent koordinator harus pandai menjaga hubungan dengan para talent atau manajernya itu. Daftar artis dan kontaknya bukan buku telpon yang tidak bermakna, di sanalah nama-nama yang kita bisa ajak kerjasama, kontak-kontak itu menjadi nyawa bagi talent coordinator.

Di Lokasi Shooting

Pekerjaan talent coordinator tidak hanya menyangkut komunikasi dan hal administratif. Saat di lokasi shooting, ia harus memastikan appoitment yang sudah dilakukan sebelumnya itu. Talent coodinator harus update terus pada produser atau asisten produser tentang talentnya itu, sehingga misalnya jika terjadi kelambatan datang pada lokasi shooting, produser sudah bisa mengantisiasi untuk melakukan opsi lain dari plaing yang telah ditentukan. Ketika berkaitan dengan talent, maka talent coordinator itulah yang akan ditanyakan oleh produser dan mungkin tim kreatif yang akan melakukan briefing di lapangan.

Manajemen Waktu

Kemampuan lain dari talent koordinator yang tak kalah penting ialah perihal manajemen waktu. Ia harus paham betul tentang time shooting schedule, dimana ia juga bisa membreakdown schedule itu untuk kepentingan talen-talentnya. Dalam produksi sinetron, talent coordinator akan bekerjasama dengan  asisten sutradara dua. Apalagi misalnya menyangkut produksi sintron yang striping. Begitulah talent coodinator, ia selain harus pandai mencari, mendapatkan, dan mengelola para talentnya juga harus bisa bekerjasama dengan tim produksi lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s