Dokumenter Part 4

Memilih Kru atau Membuat Kru?

Oleh Diki Umbara

Dengan judul artikel di atas, penulis tidak bermaksud bermain-main dengan kata-kata, alih-alih menjadi pencerahan buat pembaca malah nanti jadi membingungkan. Anggap saja tulisan berseri tentang dokumenter ini menjadi pengantar untuk mahasiswa saya yang tidak sempat mengikuti perkuliahan “Dokumenter TV” di kelas. Tapi tetap saja kalau berdiskusi dan bahasan dengan studi kasus masih enak dengan cara tatap muka.

Kru adalah orang yang terlibat dalam proses sebuah produksi, ada yang hanya terlibat di pra produksi saja, di produksi saja, di paska produksi saja, ada di keduanya, ada juga yang terlibat di semua tahapan produksi. Secara detail sudah saya jelaskan di tulisan “Crew Film & Television”, namun secara spesifik tentang kru film dokumenter akan dijelaskan kembali di sini. Yuk kita mulai….yuksssssssss.

Kru Film Dokumenter

Film dokumenter tidak hanya semata merepresentasikan realitas, tetapi mengubah sesuatu. Paling tidak, dirinya sebagai filmmaker berubah setelah membuat sebuah film. Bagaimanapun filmmaker adalah bagian dari apa yang ia filmkan, demikian kata Nicholas Philibert seorang sutradara dokumenter asal Perancis. Maka gak heran kalau ada yang bilang, di film fiksi The Director is God sedangkan dalam dokumenter The God is director.

Secara khusus tidak ada perbedaan antara kru film dokumenter dengan kru film fiksi, yang membedakan jika dilihat dari jumlah kru saja. Pada kru film dokumenter biasanya memiliki jumlah kru yang sedikit. Kru film dokumenter terdiri atas sutradara, cameraman, gaffer, soundman, serta production manager.

  1. Sutradara, orang yang bertanggung jawab pada semua aspek produksi film, baik sinematik artistic maupun secara teknis.
  2. Cameraman atau sinematografer adalah orang yang melaksanakan aspek teknis dalam pengambilan gambar, dia juga membantu sutradara dalam memilih sudut, penyusunan dan rasa dari pencahayaan dan kamera.
  3. Gaffer, orang yang bertanggung jawab pada pencahayaan atau lighting. Pada beberapa produksi dokumenter, utamanya jika menggunakan video, tanggung jawab gaffer dirangkap oleh seorang cameraman karena hampir dipastikan seorang cameraman memahami aspek pencahayaan.
  4. Soundman, bertanggung jawab pada audio atau suara yang dihasilkan pada saat pengambilan gambar atau shooting.
  5. Production Manager, orang yang bertanggung jawab atas detail produksi dari awal hingga akhir produksi.

Memilih atau Membuat Kru?

Banyak yang menyarankan ketika kita akan membuat film dokumenter baiknya kita memilih kru yang kredibel. Kru yang tidak hanya berpengalaman dalam membuat film, bahkan lebih spesifik lagi kru yang berpengalaman dalam membuat film dokumenter. Weisssssss….tunggu dulu, itu untuk pembuatan dokumenter profesional. Kalau untuk yang baru pertama bikin dokumenter gimana? Solusi memilih sepertinya kurang tepat, gimana mau memilih kalau kita belum pernah bikin dokumenter sebelumnya. Yang tepat adalah membuat atau membangun/develop kru. Ini tidak berbicara tentang amatir atau profesional, toh apapun karya kita harus dibuat seprofesional mungkin. Membuat tim atau kru pasti tidak semudah memilih. Hal-hal di bawah mungkin jadi panduan anda ketika mau menentukan tim:

  • Tim Riset, ini terdiri dari orang-orang yang senang dengan data-data, bisa mengolah data, senang melakukan observasi. Selain terdiri dari orang yang independen di luar kru produksi, baiknya bahkan seharusnya sutrdara terlibat di sini.
  • Sutaradara, ini jabatan yang teramat penting. Ini bukan masalah keren-kerenan. Tentukan siapa yang paling kredibel menjadi sutradara. Sutradara adalah orang yang bertanggung jawab atas semua hasil karya baik secara artistik maupun teknik sinematik. Dia juga harus mampu menjadi leader untuk kru yang lainnya. Sutradara harus mampu mentransformasikan gagasannya, agar tujuan atau pesan yang ingin disampaikan bisa dipahami oleh penontonnya.
  • Cameraman,soundman,gaffer: ketiga kru ini harus memiliki kemampuan tehnik di bidang masing-masing. Jadi ketika anda memutuskan untuk membangun tim baru, yakinkan bahwa kru yang dibuat ini memang memiliki kemampuan atau juga keinginan sesuai bidang-bidang ini.

Ketika kita membangun tim yang baru, bagaimana agar nantinya tim ini mampu bekerjasama dengan baik. Kelemahan tim yang baru dibuat biasanya ketika ada kesalahan cenderung saling menyalahkan satu sama lain, dan hal ini berbahaya. Peran produser, dalam dokumenter biasa dirangkap juga oleh sutradara, sangat dituntut agar semuanya bisa berjalan baik. Ini menyangkut manajemen sumber daya manusia/SDM, dan SDM ini pasti memiliki karakter yang berbeda-beda. Sutradara dan juga kru yang lain harus memahami karakter masing-masing.

Komitmen

Cuma satu kata, komitmen. Tapi ini sangat penting. Komitmen ada baiknya dibuat jauh sebelum produksi dimulai, bahkan sebelum tahap pre-production. Komitmen bisa dibuat bersama, pertama tentu saja komitmen pada job desc masing-masing, ke dua atas prakarsa bersama. Bersambung….

3 pemikiran pada “Dokumenter Part 4

  1. Jadi inget dokumenter ‘kampung panyairan’ yg sngt lugu dan sederhana…waktu itu bpk diki director nya..kru nya jg msh pada polos semua..he2 jd kangen masa lalu.

  2. pak.. penjelasan crew dokumenter bapak gak ada editor ya? editor itu masuk ke dalam tugas ke-salah satu-nya atau memang dipisah?

    lalu seorang gaffer itu wajib ada atau bisa digabung dengan kameramen?
    makasih bapak…

    Tentang editor dalam dokumenter akan saya ulas di akhir tulisan artikel serial dokumenter ini.

    Gaffer dioleh cameraman ya boleh aza,dan itu sering terjadi dalam pembuatan film/video dokumenter.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s