Produksi Televisi (Part 2)

PRE-PRODUCTION

Pre Production atau pra produksi adalah tahap paling penting dalam sebuah produksi televisi. Pre Production merupakan semua tahapan persiapan sebelum sebuah produksi dimulai. Makin baik sebuah perencanaan produksi maka akan memudahkan nantinya dalam produksi. Ketika tahap ini terlewati maka sebenarnya sudah tujuh puluh lima persen tahapan keseluruhan produksi.

Production Planning Meeting

Pada rapat perencaan produksi tahap awal, produser sebagai orang yang bertangungjawab atas keberlangsungan suatu produksi, memaparkan konsep acara yang sudah disepakati sebelumnya bersama tim kreatif. Di pertemuan berikutnya, masing-masing penanggung jawab memaparkan segala persiapan, dari mulai Art Director yang bertanggungjawab atas keseluruhan look studio/panggung. Program Director atau pengarah acara menjelaskan shooting breakdown serta treatment yang sudah dibuat sebelumnya. Production Planning Meeting bisa dilakukan beberapa kali, intinya semua kru yang terlibat harus paham betul akan :

  • Konsep Acara
  • Tujuan Acara
  • Sasaran yang ingin dicapai

 

Script

Semi-script show

Untuk acara-acara tertentu seperti, dialog, variety show, kuis, biasanya hanya menggunakan outline scripts. Dalam outline ini hanya mencakup apa yang harus dilakukan oleh talent/pemgisi acara, faslitas yang digunakan, serta VT (video tape).

Fully-script show

Dalam skrip ini terdiri atas :

  1. Preliminary script/draft/outline script
  2. Rehearsal script. Skrip ini digunakan untuk persiapan di studio ketika mulai latihan. Dalam skrip atau naskah ini sudah tercantum secara detail tentang setting, karakter, dialog, dan adegan
  3. Camera script. Yakni sebuah skrip yang sudah mengalami revisi, yang terdiri atas kamera dan audio, cue, transisi, perubahan set.

Format naskah televisi sudah memiliki layout yang standar, contoh bisa anda lihat di sini.

Namun yang jelas, full script bukanlah harga mati karena bisa saja di lapangan akan ada perubahan-perubahan yang mungkin tidak terlalu signifikan. Dalam acara tertentu full script menjadi keharusan. Kapan full script diperlukan ?

  1. Ketika dialog talent harus benar-benar mengikuti teks, hal ini bisa dipejari terlebih dahulu oleh talent, atau untuk acara tetentu semisal pembawa acara olahraga bisa membaca terlebih dahulu di teleprompter atau skrip yang sudah tersedia
  2. Ketika mengaharuskan adegan secara detail, misalnya perpindahan talent dari satu posisi ke posisi lainnya. Ini juga untuk mempermudah cameraman dalam pengambilan gambar.
  3. Ketika acara tersebut memerlukan VT (video tape) yang harus ditayangkan
  4. Ketika durasi waktu harus benar-benar dijaga

Biasanya fully scripted ini akan diperlukan dalam acara berita, drama, maupun sitkom. Ketika dialog dan adegan dilakukan secara spontan, tentu saja tidak bisa mengunakan konsep ini.

Casting

Mencari pengisi acara/talent/pemain dilakukan oleh satu departement tersendiri yakni Cast Departement yang dikomandoioleh seorang casting director. Beberapa stasiun televisi seperti tv lokal serta production house kecil, untuk melakukan casting hanya melibatkan sutradara dan produser. Tentang bagaimana melakukan casting yang baik harus memperhatikan beberapa hal, secara detail tentang casting bisa anda pelajari di sini.

Set Design

Membangun sebuah set di studio bisa saja dilakukan berbarengan dengan proses pra produksi lainnya, sebagai acuannya tentu saja bisa melihat time schedule yang sudah dibuat oleh produser. Art Director sebagai kepala di departemen artistisk dibantu oleh kru yang terdiri atas set builder, props master, painter. Setting acara televisi memiliki beragam panggung, set, yang harus memiliki :

  1. Set Artistik, set sangat bergantung dari jenis dan tujuan acara
  2. Staging Mechanic
  3. Design, harus cocok dengan kebutuhan shot serta harus memperhatikan dimana letak kamera, lighting, serta soundsystem.
  4. Karakteristik kamera video, akan berpengaruh pada tone serta warna.

Tentang set design secara lengkap bisa anda baca di sini.

Pre-Studio Rehearsal

Untuk produksi acara televisi yang kompleks, melakukan pre-studio rehearsal tentu saja merupakan keharusan. Prerearsal dimulai dengan briefing kru serta reading para pemain yang dipimpin langsung oleh program director. Dengan demikian, para pemain akan familiar dengan skrip yang diberikan serta akan memahami karakter masing-masing sesuai dengan keinginan sutradara.

Sutradara mengarahkan pemain, blocking, posisi, pengadegan, sesuai dengan treatment yang dia buat. Latihan seperti ini bisa dilakukan beberapa kali sehingga keseluruhan acara diharakan dapat berjalan lancar.

Sementara latihan berjalan, dan studio sudah selesai dibangun, pengarah acara bisa mengecek semua keperluan acara dimana studio tersebut nantinya akan segera diapakan dalam proses studio rehearsal.

Studio Rehearsal

Latihan di studio sudah bisa dilakukan apabila segala persiapan studio sudah selesai. Sebagai yang bertanggungjawab pada set, set designer harus memastikan studio sudah siap digunakan. Demikian juga dengan tata cahaya, lighting director atau chief lighting harus memastikan bahwa seluruh keperluan pencahayaan sudah terpenuhi dengan baik. Kalaupun ada perubahan, lighting yang ada di rigging bisa diatur dengan mudah. Dan tentu saja tata suara beserta equipmentnya sudah pada posisi yang benar.

Sutradara atau Pengarah Acara memimpin jalannya rehearsal ini dengan berbagai cara, sangat tergantung dari jenis serta kompleksitas jenis acara televisi yang akan dibuat. Namun, secara umum persiapan itu antara lain :

  1. Dry run/walk-through, pengisi acara/aktor melakukan latihan sehingga akan familiar serta nyaman berada di studio. Di sini semua kru bisa melihat serta mempelajari kembali akan format, adegan, serta treatment produksinya.
  2. Camera Blocking, kameraman sudah siap dimasing-masing kamera yang telah ditentukan posisinya oleh chief cameraman dengan berdiskusi sebelumnya dengan pengarah acara.
  3. Pre-dress run trough
  4. Dress rehearsal
  5. Videotaping/transmission.

Rehearsal Procedures

  1. Camera Blocking
  2. Floor Blocking
  3. Rehearse/record

 

18 pemikiran pada “Produksi Televisi (Part 2)

  1. wah pak diki saya unduh alias copy paste produksi televisinya.
    oh iya pak saya masih menunggu tentang drama tv selanjutnya dan lighting (sekarang saya lagi coba ke lighting…….ga nulis mulu).

    waduh pak semester ini bener-bener kerja ekstra. untungnya udah di approve tinggal produksi.
    radio ok dan drama tv lagi proses.

    yang buat saya agak panik Non drama, sebab antara tgl15-18 kami harus live di karnos film. dalam tugas non drama saya dapat bagian kamera (masih gaptek). kita ga dapat simulasi non drama juga. ga tahu deh hasilnya. sepertinya BSI ga siap untuk didik kita nih. (sori agak protes)

    wuuh…

  2. Kami mendapat mandat untuk membangun televisi pendidikan di daerah meliputi kota dalam pancarannya. Apa saja tahap yg harus kami lakukan dan apa saja perangkat yg dibutuhkan?

  3. mas..keren banget artikelnya. minta izin untuk diunduh tentang produksi siaran tv nya ya.. Terima kasih semoga menjadi amal yang baik. amin..

    silahkan diunduh mas…,dengan senang hati semoga bermanfaat

  4. kereeeeeeen. kebetulan aku kul broadcast ( mercu) dan lagi pontang panting cari artikel perencanaan produksi..mangsatp…makasih ya juragan.

  5. tulisan-tulisan anda sangat berguna buat penambahan ilmu saya soal produksi tv. mohon dapat mengunduh setiap tulisan sampean mas ya…thanx

    dengan senang hati silahkan diunduh mas

  6. Ping balik: Jobdesk Producer | El Maroune

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s