Produksi Televisi (Part 1)

Membuat acara televisi akan melewati tahapan yang sangat rumit dan panjang. Dan secara garis besar di bawah ini merupakan step by step sebuah acara televisi dibuat, dari mulai perencanaan hingga penayangan. Karena panjangnya proses ini, tulisan dibagi menjadi beberapa bagian. Tulisan ini disarikan dari berbagai sumber serta pengalaman dari penulis sendiri. Jika ada komentar serta pertanyaan, silahkan tinggalkan comment anda di bawah tulisan. Pembaca dipersilahkan untuk copy paste tulisan ini dengan mencantumkan sumber http://www.dikiumbara.com O’ya dan jangan lupa untuk mengeditnya ya, karena sesekali saya pakai bahasa gaul, kan gak lucu ya boww kalau misal di tulisan ilmiah atau di Tugas Akhir kalian ada ada kalimat yang gak ilmiah. Secara kan artikel ini ditulis dalam berbagai keadaan,kadang lagi happy,sedih,serius,atau dalam keadaan yang teramat santai. Okay bowww…selamat membaca.

Secara umum tahapan sebuah produksi televisi adalah sebagai berikut :

Development :

  • Idea
  • Audience/Channel target
  • Development/Treatment
  • Develop characters
  • Develop scenes
  • Develop script outline or treatment

Commissioning :

  • Production company or in-house production?
  • Write full script
  • Commisioning

Pre-production :

Production :

  • Off-site rehearsal
  • Location filming
  • Studio rehearsal
  • Studio recording

Post-production:

  • Editing pictures
  • Editing sound
  • Adding graphics
  • Grading & dubbing
  • Final cut

Transmission:

  • Marketing
  • Trails
  • Posters
  • Press
  • Transmission

DEVELOPMENT

Membangun Ide/Gagasan

Baiklah akan saya jelaskan dari mulai tahapan pertama, development. Ide, ya ide atau gagasan merupakan hal yang paling fundamental dalam sebuah produksi acara televisi. Bagaimana sebuah ide di dapat? Banyak cara tentunya, yang paling mudah tentu saja dengan mencari berbagai referensi. Ada ribuan kanal stasiun televisi di dunia, artinya ada jutaan judul acara televisi. Tonton aja acara-acara televisi tersebut, dan yang paling penting amati. Berlangganan televisi satelit atau kabel sangat disarankan, ada Indovision, Telkomvision, Kabelvision, dan Astro. Berbagai acara dari saluran televisi dunia bisa jadi menjadi inspirasi buat anda untuk menemukan ide atau gagasan sebuah konsep acara televisi.

Boleh mencontek? Arggghhh….tentu jangan. Kalaupun ”terpaksa” harus mencontek, jangan asal contek tapi coba modifikasi,modifikasi,dan modifikasi. Karena dengan begitu bisa jadi acara yang anda buat bisa jauh berbeda dari acara yang anda contek tadi. Banyak sekali acara televisi di Indonesia hasil contekkan dari acara televisi di luar. Cerita sinetron paling banyak dicontek. Mencontek seperti itukah yang saya sarankan? Oh..tentu bukan, ini sangatlah berbahaya, selain gak kreatif bisa jadi kita bakal kena undang-undang hak cipta. Jadi, sekali lagi, jadikanlah acara televisi luar tadi sebagai referensi saja. Membuat sebuah acara yang original memang sulit, seorang yang bekerja di tim kreatif sebuah stasiun televisi pernah berseloroh, tidak ada acara yang original. Tapi apakah ini menjadi pembenaran kita untuk mengcopy-paste habis-habisan acara orang lain?

Menentukan Target Audience

Siapakah target pemirsa kita ? menentukan target pemirsa sudah harus dipikirkan dari awal. Kenapa? Karena tidak mungkin dan tidak pernah ada acara televisi yang bisa ditonton oleh semua kalangan, usia, jenis kelamin. Target penonton ini atas jenis kelamin serta SES alias Socio Economy Status. SES terbagi atas A,B,C,D yang secara sederhana A adalah kelas atas, B untuk menengah atas, C menengah bawah, dan D kelas bawah. Target usia penonton atau pemirsa televisi terbagi atas Anak-anak, Remaja, dan Dewasa.

Development/Treatment

Ide sudah dapat dan target audience sudah jelas, lantas langkah apa yang harus dibuat? Membuat treatment acara sudah bisa mulai digarap, secara deatil sebetulnya ini merupakan salah satu step dalam mendevelop sebuah naskah. Langkah penulisan sebuah program acara tv biasanya terdiri dari :

  • Merumuskan Ide
  • Riset
  • Penulisan Outline
  • Penulisan Sinopsis
  • Penulisan Treatment
  • Penulisan Naskah Draft
  • Review Naskah
  • Naskah akhir/final

Treatment berisi deskripsi yang jelas tentang lokasi,waktu, pemain, adegan dan property. Tentang treatment ini bisa anda baca di tulisan saya sebelumnya.

Develop Characters

Karakter itu berhubungan dengan para cast atau pemain dalam acara televisi yang akan kita buat. Tentang bagaimana menentukan karakter juga sudah saya tulis di artikel sebelumnya. Pencarian karakter tertentu diakukan oleh sebuah departemen, Casting Departement. Beberapa PH dan stasiun TV terkadang hanya melibatkan director serta tim kreatif dalam pencarian pemain serta pengisi acara televisi.

COMMISIONING

Akan ada sedikit perdebatan ketika kita membicarakan kru sebuah acara televisi, karena ada beberapa perbedaan karakter kru produksi. Hal ini terjadi karena sangat tergantung dari, apakah sebuah produksi tersebut dibuat oleh stasiun televisi atau production house. Besar kecilnya stasiun tv serta PH, jenis acara televisi, dan banyak hal lain yang menjadi faktor perbedaan tersebut. Biasanya makin besar stasiun tv serta PH tersebut biasanya makin detail atau makin lengkap kru yang terlibat di produksi tersebut. Jadi, saya hanya akan mencontohkan struktur produksi secara umum saja. Kru yang terlibat dalam produksi televisi antara lain :

  • Producer : yang terdiri atas Executive Producer, Associate Producer, Line Producer
  • Creative : Writer
  • Set Designer
  • Cameraman
  • Audio Engineer
  • Video Engineer

Tentang deskripsi serta tugas/tanggung jawab masing-masing posisi juga telah saya bahas di tulisan lainnya. Jadi di sini tidak akan saya jelaskan secara detail. Pada intinya kru yang disusun bisa disesuaikan dengan kebutuhan sebuah produksi acara televisi itu sendiri.

to be continued to “Produksi Televisi Part 2”

7 pemikiran pada “Produksi Televisi (Part 1)

  1. mas saya kan baru mau masuk ke dunia tv atau ph didunia yang berkecimpung inilah maksud saya , langkah awal nya bagimana ya untuk di sukai oleh banyak orang kebtulan saya orangnya tertutup nihh ,,karena yangv saya denger didiunia ini orangnya cuek-cuek,,bagaimana ya biar saya gak minder mas,,,terima kasih mas

  2. pak saya pingin di ajari caranya mengembangkan set design property studio TV untuk lokal,kira-kira property nya apa saja?? bagaimana?cz sy butuh banget..!

    Biasanya TV Lokal kan studionya kecil ya mas/mbak, kecuali JTV udah kayak tv nasional. Nah, karena studionya yg relatif kecil tentu saja usahakan konsepnya dibuat minimalis. Di beberapa tv luar sudah banyak menggunakan konsep ini (coba liat acara tv luar, baik via parabola yg free air maupun tv berlangganan).

    Minimalis tapi tetep keren koq. Trus karena studionya kecil dan tidak banyak, usahakan untuk menggunakan set yang bisa knock down. Di studio besar model Global TV aza pake konsep knockdown. Satu studio bisa untuk beberapa acara, jadi jangan dibuat fix stage.

    Nah untuk propertynya karena konsepnya minimalis ya berarti bisa menggunakan prperty yg minimalis juga.

  3. mas.. gw kalo mao buat acara tv sulap begitu gmana yach? gw punya konsep buat 13 episode pertamanya.. dan gw pengen tanya neh mas biasa konsep itu dikirim kemana yach? ada tips dan trick? thanx before

  4. mas, mau nanya nih..
    bagaimana cara memilih Judul yang tepat untuk sebuah judul Tugas Akhir (TA) di Bidang Produksi Televisi.
    biasanya permasalahan di produksi televisi itu semacam apa si mas?
    terima kasih atas pendapat dan saran mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s