Tata Artitistik (Part 2)

Tata Artitistik (Part 2)

dari berbagai sumber

 

T

ata Artistik Televisi adalah bagian dari kru televisi, di beberapa stasiun televisi, Tata Artistik masuk ke dalam Departemen Artistik atau Art Departement. Di dalam departemen ini terbagi atas: Unit Dekorasi, Unit Properti, Unit Grafika, serta Unit Tata Rias dan Busana. Namun di beberapa stasiun tv di Indonesia tidak selamanya seperti ini, misalnya unit grafika (grafis) di bebrapa stasiun tv justru bertanggung jawab pada post production manager.

 

Sebenarnya apa yang menjadi tanggung jawab seorang penata artistik adalah semua benda yang dilihat penonton saat menyaksikan sebuah film atau tayangan sebuah acara. Pembuatan set, atau setting dari sebuah adegan menjadi tanggung jawab penata artistik

Sedikit berbeda dengan penata artistik televisi, seorang art director dalam struktur perfilman, bekerja di bawah pruction designer secara langsung, dan di atas set designer dan berada dalam level yang sama dengan set decorator. Kewajiban mereka yang terbesar adalah berbagai aspek administratif dalam art department, seperti pembagian tugas pada tiap personel, penyiapan bujet dan scheduling dan juga mengatur dan menjaga quality control. Biasanya juga mereka bekerjasama dengan bagian yang lain, terutama bagian konstruksi, tak heran karena tugasnya dalam membuat set dari sebuah adegan. Tugasnya bisa dibagi dua yaitu, pre produksi dan saat produksi.

Planning Meeting

Dalam pertemuan perencanaan program televisi atau planning meeting, produser memaparkan konsep acara yang akan dibuat. Dalam ha ini produser didampingi oleh sutradara atau pengarah acara televisi. Atas penjelasan ini, piñata artistk menguraikan rencana tata artistic untuk mendukung acara tersebut, uraian ini dipaparkan dalam bentuk floor plan. Berikutnya, masing-masing departemen mempelajari kembali apa-apa yang harus disiapkan. Kebutuhan set dekorasi, property,serta grafika adalah hal-hal yang sangat serius diperhitungkan secara detail oleh piñata artistic.

 

Production Meeting

Dalam pertemuan ini, pengarah acara bertindak memimpin acara meeting produksi. Masing-masing penangung jawab tim memaparkan tugas yang akan dilakukan secara lengkap, ini penting agar departemen lainnya juga memahami konsep acara secara keseluruhan. Dalam meeting produksi, peñata artistik sudah harus mengajukan anggaran yang diperlukan dalam tata artistik.  

Technical Meeting

Ini merupakan pertemuan terakhir, dimana masalah teknis dibahas. Segala kebutuhan produksi harus selesai dilakukan alias segala sesuatunya ready to use.

 

Pre production.

  • Melakukan bedah skenario. Ini untuk mengetahui semua set yang diperlukan untuk semua adegan yang termasuk dalam sebuah film, Jadi setiap adegan, setiap percakapan yang mengaitkan pada sebuah keadaan (misal berbicara di sebuah bandara udara), maka art director harus mulai membuat list set apa saja yang diperlukan.
  • Merinci apa saja yang dibutuhkan. Jika sudah tahu set apa saja yang dibutuhkan dalam membuat sebuah film, maka ia sudah dapat memulai membuat checklist benda-benda apa saja yang dibutuhkan. Tak hanya properti yagn kecil sebagai pemanis dari sebuah ruangan, namun juga set panggung misalnya atau apa saja yang membutuhkan konstruksi, di sini jika merupakan produksi besar, art director bisa bekerja sama dengan bagain konstruksi. Bahkan di beberapa produksi film, make up sampai wardrobe bisa menjadi salah satu tanggung jawab seorang art director untuk menyiapkannya. Misalnya saja, setting dari sebuah adegan adalah di tahun 1942 saat perang dunia kedua masih berkecamuk, ia harus dapat mencari properti benda-benda yang mewakili tahun tersebut sampai ke pakaian yang akan dikenakan oleh tokoh-tokohnya.
  • Merinci budget yang dibutuhkan. Tentu saja setelah merinci apa saja yang dibutuhkan, ia juga perlu merinci bujet yang harus dikeluarkan, jika memang bujet terbatas, maka denagn sendirinya ia harus pintar-pintar membagi bujet sesuai kebutuhan. Semakin ia pandai membuat set yang sesuai dengan aslinya dengan bujet yang standar, maka namanya pun akan semakin dikenal.

Production


Film telah dimulai pembuatannya, maka tiap scene pun art director perlu ada dan berada di dekat sutradara untuk memastikan gambar yang diambil sesuai dengan yang diharapkan, sesuai dengan skenaro dan dalam tampakkan gambarnya pun terlihat nyata. Bisa saja ia ikut terlibat langsung, misalnya saja membetulkan letak set atau properti yang dirasa tak pas di adegan yang dimaksud. Kegiatan ini terus diikuti oleh art director, mulai dari bongkar pasang set, sampai ke penataan set sepanjang pengambilan gambar masih berlangsung.

5 pemikiran pada “Tata Artitistik (Part 2)

  1. Assalamualaikum. salam knal, Mas…,saya butuh bantuan mas tentang pertelevisian, kebetulan saya seorang guru di SMK bidang PPPTV. tapi pengetahuan saya tentang pertelevisian masih sangat minim. yang saya butuhkan adalah ada ga pelatihan atau workshop tentang bidang yg saya ajarkan di perusahaan yang mas kelola sekarang, klo ada, gmana caranya saya bisa ikutan dan apa aja syarat-syaratnya.trimakasih ya mas.

  2. ass. ollow mas .. lam kenal ya sebelumnya ..
    saya mahasiswa d sebuah akedemi komunikasi .. dan saya mngambil jurusan teknik siaran radio dan televisi .. bisa ga mas jabarkan secara umum tentang pengetahuan tata artistik .. mohon d bantu ya mas ^^

    ———
    Lho….salam kenal kok dirimu gak nyebutin nama? perkenalan yang aneh,hehehe.
    Tentang Tata Artistik, di web ini saya sudah menulis 6 artikel tentang tata artistik televisi. Coba saja liat di link “Kategori” pilih “Artistik”.

  3. hehe .. dah saya coba liat semu amas ..

    oiya mas kbetulan saya dapet tugas dari dosen tata artistik saya untuk membuat iklan untuk kalangan D dan E .. kami d bentuk kelompok untuk membuatnya,dan saya dpercayai oleh temen2 saya untuk memegang masalh tata artistiknya.kita sepakat untuk mngangkat iklan obat nyamuk bakar.masalh nya saya baru pertama kali untuk memproduksi (blom profesional ^^) sebuah iklan,dan saya masih buta untuk masalh tata artistik untuk sebuah iklan,saya sangat ingin sekali bimbingan nya dari mas untuk masalah tata artistk d iklan yang akan coba kami kerjakan ini . saya dan teman2 sangat tidak memandang ini untuk sebuah tugas,tapi kami anggap ini adlh sbuah pembelajaran dan kesempatan bagi kami dalam sebuah produksi.dngan itu saya butuh saya butuh tips2 khusus pda tataaristik yg saya pegang ini agar terlihat simple tetapi tetap menarik dan mudah dcerna .. tips2 dan saran2 dari mas sangat kami butuhkan dan natikan ^^ ..

    thx b4 ..

    Kamu bilang “agar terlihat simple tetapi tetap menarik “. Yeah it’s the clue. Biar lebih jelas coba renungkan kembali cuplikan dari kalimat kamu itu, diperjelas lagi. Ini namanya basic concept. Dari sinilah masalah artistik bisa kamu bangun.

    Saran saya, coba kamu lakukan riset kecil-kecilan : misalnya bagaimana masyarakat SES D & E yg kamu bilang di atas, menggunakan obat nyamuk bakar. Misal,dimanakah mereka menyimpan obat nyamuk tersebut. Tempat tidur seperti apakah yg mereka pakai. Coba aza kamu tanya2, dan bagusnya sich observasi dulu.

    “Simple tetapi tetap menarik” yg seperti apa yg mau kamu sampaikan pada penonton,khususnya tentu saja pada calon pembeli obat nyamuk bakar tadi? O’ya btw,apa merk obat nyamuk bakar yg akan kalian jadikan “subyek” iklan percontohan kalian. Yang ga habis fikir sampai saat ini, kok ada ya nama obat nyamuk yang dari namanya saja sebagian orang Indonesia sulit untuk mengucapkannya. “Domestos Nomos”, hehehe… tapi keren…keren…

  4. assalam…maaf mas….minta info atau masukan ini mas….saya ini mahasiswa dkv di salahsatu perguruan tinggi indonesia timur, kebetulan saya lagi krja proyek akhir, dalam T.A saya, saya memilih video klip sebagai T.A. kebetulan saya yang mengambil alih penata artistik,,,mohon masukannnya mas tentang buku atau panduann2 lain tentang penata artistik……mohon infonya mas….thank be4…..salam…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s