
Latar Belakang
Telah terjadi perubahan besar dalam media siaran di Indonesia selama 7 tahun terakhir ini, khususnya setelah mundurnya Presiden Soeharto dari tampuk kekuasaan. Perubahan tampilan dan kebijakan pemerintah telah membawa perkembangan baru bagi jurnalisme radio dan televisi. Radio dan stasiun televisi kini dituntut untuk memiliki kemampuan yang lebih profesional dalam memproduksi program dan menyiarkan berita. Suatu hal yang sebelumnya tak terbayangkan. Ratusan stasiun radio baru dan sejumlah stasiun televisi baru bermunculan di mana-mana.
Media siaran sendiri memiliki peran besar dalam mendung terbentuknya civil society Indonesia yang kuat. Media memiliki fungsi sebagai pilar ke empat demokrasi, selain menjadi anjing penjaga (watchdog) pemerintah dan masyarakat. Media juga harus memiliki tanggungjawab publik untuk membongkar praktek-praktek KKN dan kejahatan lainnya. Selain itu, media juga merupakan alat penyampai informasi ke dan dari masyarakat kepada pemerintah secara efisien dan efektif.
Tak pelak lagi, masalah profesionalisme wartawan sebagai salah satu sumber daya utama media adalah persoalan yang kita hadapi saat ini. Ledakan media baru ternyata tak diikuti oleh tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki integritas di bidang yang mereka geluti. Ada banyak lembaga dan media yang mencetak manusia dengan pengetahuan teori yang cukup di bidang teori jurnalistik, namun lebih sering hal ini tak diimbangi dengan kemampuan di bidang keahlian dan terutama manajerial di sektor media.
ISAI dan organisasi wartawan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) telah melihat persoalan ini sejak 7 tahun silam. Berbagai kegiatan telah digelar untuk mengatasi kesenjangan yang ada dengan melibatkan berbagai bantuan antara lain dari USAID, The Asia Foundation, Ford Foundation, Friedrich Naumann Stiftung (FNS), British Council dan UNESCO.
Kerja Sama Kelembagaan
Rencana mendirikan sebuah sekolah media penyiaran muncul pada akhir 1999 yang coba diajukan kepada beberapa lembaga donor pada Maret 2000. Rencana kemudian ditindak lanjuti setelah pihak ISAI bertemu dengan perwakilan Pelatihan dan Pengembangan BBC World Service Trust pada November 2001 di mana didiskusikan soal kemungkingan kerja sama yang melibatkan multi pihak.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan baru di mana ISAI akan menjadi penyelenggara sekolah media penyiaran ini sedangkan BBC World Service Trust akan mengisi hal-hal yang bersifat teknis. Rencana itu kemudian mendapat dukungan penuh dari Komunitas Eropa (EC), BAPPENAS yang mewakili pemerintah Indonesa dan UNDP. Bantuan diberikan dalam bentuk hibah dari negara kepada negara (G to G)..
Akhirnya setelah tertunda sampai hampir 6 tahun, tercapailah kesepakatan resmi untuk memulai pembangunan School for Broadcast Media ini di Jakarta. Penandatanganan kesepakatan tadi (Memorandum of Agreement) ditandatangani pada bulan Juni 2005 oleh UNDP sebagai badan yang ditunjuk oleh EC, BAPPENAS dan ISAI.
Bentuk Kelembagaan
School for Broadcast Media berbentuk Yayasan dan memiliki sebuah badan pembina (Board of Trustees) yang secara garis besar akan memberi pengarahan kepada Direktur Sekolah beserta seluruh stafnya dalam tugas sehari-hari. Anggota Boar of Trustees tersebut antara lain I Dewa Putu Rai (Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Hankam BAPPENAS), Goenawan Mohamad (budayawan dan jurnalis senior), Atmakusumah Astraatmadja (jurnalis senior dan tokoh pendidikan jurnalisme), Stanley (Direktur ISAI), Bimo Nugroho Secundatmo (anggota KPI), Inke Maris (jurnalis senior televisi) Imam Wahyudi (Ketua IJTI), Santoso (anggota Dewan Pers dan jurnalis penyiaran radio), Zainal Suryokusumo (tokoh penyiaran radio), Graeme Stephens (UNDP) dan lain-lain.
Tujuan Pendidikan
Penyelenggaraan School for Broadcast Media (SBM) ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan para praktisi media penyiaran di seantero Indonesia pada semua aspek penyiaran terutama jurnalismenya dan meningkatkan kapasitas serta profesionalisme mereka. Dengan demikian kualitas pemrograman siaran medianya sendiri juga akan mengalami peningkatan. Pendidikan yang bersifat nir-gelar ini dimaksudkan guna mengembangkan standar profesionalisme di bidang media siaran.
Hal lain yang menjadi tujuan sekolah ini adalah meningkatkan jumlah praktisi penyiaran perempuan yang terlatih secara profesional. Selain itu sekolah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pelatihnya sehingga industri penyiaran memiliki standar kualitas yang sama dengan standar internasional.
Tujuan lain adalah ikut membantu upaya terciptanya good governance dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas media elektronik yang merupakan sarana untuk menunjukkan akuntabilitas pemerintah. Meningkatnya kualitas dan kuantitas program siaran akan merangsang keterlibatan masyarakat untuk melakukan pemantauan terhadap kinerja pemerintah.
Akhirnya sekolah yang dikelola sendiri oleh putera-puteri Indonesia ini, harus mampu mandiri dan sustainable serta mampu menghasilkan praktisi media penyiaran yang memiliki profesionalitas tinggi dan standar yang diakui secara internasional.
Standar Internasional yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia
Sekolah ini menawarkan pelatihan bagi para calon broadcaster, broadcaster pemula yang tengah berkarir (intermediate) dan juga tingkat yang lebih tinggi (advanced) yang diberikan oleh para pengajar dari BBC dan Pusat Pelatihan Radio Nederland.
Para pengajar memiliki reputasi internasional serta keahlian yang tidak perlu lagi diragukan. Mereka didampingi para jurnalis Indonesia yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas di bidang penyiaran.
Pelatihan untuk jurnalisme radio akan diselenggarakan dari hari Senin s/d Jumat selama 1 (satu) bulan dan berjalan dari jam 10.00 s/d 17.30
Pelatihan untuk jurnalisme televisi akan diselenggarakan dari hari Senin s/d Jumat selama (1) bulan untuk tingkat basic, 2 (dua) bulan undan tingkat intermediate dan advanced, semuanya berjalan dari jam 10.00 s/d 17.30
Teori dan Praktek – Sebuah Kombinasi keunggulan
Pelatihan secara mendalam akan memberikan kesempatan bagi para partisipan untuk mengembangkan kemampuan secara lebih profesional. Sekolah menawarkan pelatihan jurnalisme televisi selama delapan minggu dan pelatihan jurnalisme radio selama empat minggu. Teori jurnalisme ? prinsip peliputan obyektif, nilai berita, etika, penanganan sumber-sumber baru ? akan didukung dengan praktek membuat skrip berita, membuat paket, melakukan wawancara, presentasi dan praktek newsroom.
Fasilitas State-of-the-Art
Semua jenis pelatihan akan dilaksanakan di sebuah pusat pelatihan baru di Jakarta yang berlokasi di kawasan Komunitas Utan Kayu dan Kantor Berita Radio 68H. Sekolah ini memakai pendekatan teknologi informasi terkini dengan fasilitas yang memiliki teknologi penyiaran tercanggih di bidang radio dan televisi.
Ada studio televisi dan radio yang kelengkapannya sama dengan studio di stasiun-stasiun radio dan televisi sungguhan yang dikendalikan lewat master control room untuk studio televisi (TV Gallery), master control room untuk studio radio dan dua newsrooms yang dilengkapi dengan komputer yang tersambung dalam jaringan lokal mau pun internet.
Kegiatan utama sekolah dilakukan di dua ruang kelas yang dilengkapi komputer yang tersambung secara Local Area Network mau pun on-line. Dengan demikian siswa bisa menggunakan saluran internet setiap saat dan mendapatkan akses ke I-Learning, sebuah cara pembelajaran jurnalisme modern lewat internet yang difasilitasi oleh BBC London.
Ada 7 ruang editing televisi non-linear yang terhubung dalam jaringan dengan perangkat lunak terbaru untuk memproduksi berita (Avid Express ProHD, Avid Adrenaline, ENPS). Demikan pula 1 ruang editing/produksi untuk berita radio yang dikendalikan oleh sebuah perangkat lunak untuk sistem penyiaran yakni I-Media Touch, CoolEdit Pro dan sambungan telepon hybrid.
Para siswa akan mendapatkan akses ke sebuah fasilitas pengajaran televisi dan radio yang disebut I-Learn (?Saya Belajar) yang berada di situs BBC World Service. Kami telah menerjemahkan teks asli I-Learn ke dalam bahasa Indonesia dan diharapkan metode I-Learn ini akan bisa dipasang di website SBM dengan melakukan modifikasi pada kelengkapan grafisnya, misalnya contoh-contoh footage berita TV bisa diganti dengan footage yang berasal dari Indonesia.
Pelatihan In-house dan Konsultasi
SBM juga menawarkan konsultasi in-house dan sejumlah pelatihan yang didesain sesuai dengan kebutuhan stasiun televisi dan radio secara individual. Pelatihan dan konsultasi ini akan disampaikan oleh broadcaster senior BBC yang berpengalaman, baik radio maupun televisi. Juga ditawarkan berbagai macam pelatihan secara mingguan yang meliputi manajemen newsroom, produksi radio dan televisi, peliputan konflik, peliputan politik dan peliputan lingkungan.
Sasaran
Secara umum sekolah ini mempunyai target meluluskan sedikitnya 300 orang praktisi media penyiaran baik radio maupun televisi, dalam kurun waktu 15 bulan. Mereka akan lulus dari berbagai tingkatan pelatihan, yakni:
(1) Pelatihan untuk Pelatih dalam 2 kali pelatihan, masing-masing 10 peserta untuk televisi dan 10 peserta untuk radio.
(2) Pelatihan Jurnalisme Radio, Level 1 dan Level 2 dalam 8 kali pelatihan, masing-masing sebanyak 15 peserta;
(3) Pelatihan Jurnalisme Televisi, Level 1, Level 2 dan Level 3 dalam 5 kali pelatihan, masing-masing 12 orang peserta;
(4) Pelatihan Televisi Khusus dalam 6 kali pelatihan masing-masing 12 orang peserta;
(5) Pelatihan Radio Khusus dalam 4 kali pelatihan masing-masing 15 orang peserta; dan Kira-kira 30% dari sejumlah 300 orang peserta itu ditargetkan merupakan peserta perempuan
Harapan
Sekolah ini diharapkan akan menjadi semacam Centre of Excellennce bagi para praktisi media penyiaran di Indonesia dan keterampilan yang didapatkan merupakan tolok ukur bagi industri penyiaran yang akan menerima pekerja baru. Lulusan sekolah ini diharapkan juga memiliki sikap profesional seorang jurnalis sejati yang menjunjung tinggi pluralisme, kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan kode etik jurnalistik serta wawasan gender yang kuat. Oleh karena itu sangat diharapkan adanya kerjasama antara industri penyiaran dan sekolah ini sehingga apa yang dihasilkan oleh sekolah memang mencerminkan kebutuhan industri penyiaran yang berstandar internasional.
Instruktur Televisi
Atmakusumah Astraatmadja
Kode Etik Jurnalisme
Atmakusumah Astraatmadja adalah pengajar tetap Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) sejak 1992 sampai sekarang dan anggota Dewan Pakar LPDS sejak Maret 2003. Beliau adalah pengarang buku Kebebasan Pers dan Arus Informasi di Indonesia (1981) dan penyunting 11 buku lainnya. Selain itu, tulisan-tulisannya tentang jurnalisme, media pers, serta kebebasan pers dan berekspresi dimuat dalam 40 buku. Merupakan salah satu anggota Dewan (Board) SBM.
Patar Simatupang
Jurnalisme TV, Writing for Pictures, News Presenter
Patar Simatupang pernah bekerja selama dua tahun untuk Liputan 6 Surya Citra Televisi (SCTV) dengan nama Leonardo Patar dan kemudian melanjutkan pendidikannya ke Columbia Academy, School of Radio and Television di Kanada. Dengan mengambil jurusan Broadcast Performing Arts, Patar memperdalam pengetahuannya tentang mendesain program berita serta menulis iklan radio. Selain itu Patar juga mengikuti beberapa pelatihan seperti Writing Motion Pictures, Producing Independent Film serta Stage Directing: The Method. Patar pernah menjadi pelatih bersama Martha Dixon dari BBC World Service Trust di kelas Jurnalisme Televisi tingkat Menengah di SBM sebelum akhirnya bergabung dan menjadi pelatih utama kelas Jurnalisme Televisi.
Diki Umbara
Kamera, Avid Xpress, Avid Adrenaline
Diki Umbara cukup berpengalaman sebagai editor. Sebelum bergabung dengan SBM, Diki Umbara pernah bergabung dengan Becker Entertainment Asia dan Vistra Production. Sebagai editor Diki telah terlibat dalam beberapa program TV seperti Video Musik Indonesia (RCTI), Sketsa Seni (Metro TV), dan beberapa program lain. Di SBM sendiri Diki bertindak sebagai staf TV dan juga pelatih untuk kelas editing dengan software Avid Xpress ProHD dan Adrenaline. Selain editing, Diki juga bisa mengoperasikan kamera broadcast dan bertindak sebagai sutradara untuk tim produksi SBM. Pendidikan formal yang pernah ditempuh adalah STMIK Swadharma, jurusan Sistem Informasi dan baru saja mendapatkan gelar master bidang Manajemen Media di Universitas Mercubuana. Diki Umbara juga salah satu anggota Board of Director AEI (Asosiasi Editor Indonesia).
Chris Smith
Camerawork, Final Cut Pro
Selama lima tahun pengalamannya di industri ini, Chris pernah bekerja menjadi freelance operator kamera lokasi untuk televisi dan memproduksi DVD beberapa program Dewan Daerah dan Caritas Australia (Program Misi dan Bantuan Asing gereja Katolik). Selain memiliki usaha rumah produksi sendiri, Chris pernah bergabung selama setahun sebagai Editor Senior Tim Bonython Production yang memproduksi dokumenter olahraga, utamanya surfing. Chris juga pernah bekerja sebagai Editor dan Produser bersama sebuah video pendek yang berjudul Rise and Fall of a Handball Hero serta menjadi sutradara Photography om the Short Salt.
Sekarang ini Chris sedang melaksanakan dua proyek di Indonesia, pertama untuk SBM yang berkaitan dengan lembaga Australian Youth Ambassadors for Development (AYAD) sementara yang kedua adalah pembuatan dokumenter sekelompok surfer dari Jawa Barat serta perjalanan darat mereka ke seluruh Indonesia. Chris mendapatkan gelar sarjananya di bidang Komunikasi Seni (Teater/Media) dari Charles Sturt University, Australia dan memfokuskan diri pada teknik produksi khusus pada kamera dan editing. Di SBM sendiri Chris khusus menjadi pelatih kelas kamera dan Editing Final Cut Pro.
School for Broadcast Media,
Jln. Utan Kayu No.68A-B, Jakarta Timur 13120.
P: (021) 857 68 50 ; (021) 857 68 47
F: (021) 857 68 43
Mail to: office@broadcast-edu.or.id

5 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
6 September 2008 pada 6:46 pm
ibenx
alamat studio x di jl. dharmawangsa x no.28,gw scriptnya d sana
18 Maret 2009 pada 4:57 am
Tom2
bastom – tvku
minta info dunk.. ada pelatihan untuk master control n technical support n grafis MCR ga’?? kl ada info detail tentang pelatihannya ya via email atau hp 081325104232 thank’s…
25 Mei 2009 pada 8:47 pm
Dzaim. M
saya sangat senang dengan adanya program di atas, terlebih jurnalistik radio dan televisi adalah bidang yang sangat ingin saya pelajari. untuk itu mohon kiranya diinformasikan seandainya program seperti di atas dibuka atau diadakan kembali.
trims..
29 Oktober 2009 pada 11:43 am
fadielz
blh nih mas belajar video editing avid xprees HD nya
29 Oktober 2009 pada 12:55 pm
rial acipong
Salam kenal….
saya mau minta informasi untuk belajar menjadi cameramen untuk camera selaloid (camera flim dimana yach)
mohon khabar ….trima kasih