Editing Televisi: Linear dan Non Linear

Oleh Diki Umbara

Editing merupakan penggabungan beberapa shot tunggal menjadi satu rangkaian cerita yang dipahami oleh penonton. Belum ada definisi yang tepat tentang pengertian shot, namun hingga saat ini shot diartikan sebagai pengambilan gambar oleh cameraman dari mulai start hingga stop. Tidak ada batasan seberapa lama durasi sebuah shot. Ribuan shot yang sebelumnya seperti puzle yang berantakan, disusun oleh editor sehingga puzle tersebut menjadi bidang yang mudah dipahami bagi siapapun yang melihatnya. Editor, ia seperti chef atau juru masak yang akan mengubah bahan masakan menjadi hidangan yang lezat. Editing tak hanya berkaitan dengan estetika, namun ia akan bersentuhan dengan hal teknis yang dengan kecanggihan teknologi ia bisa dimudahkan. Editing sebagai salah satu hal penting di dalam paska produksi televisi, memiliki beberapa tahapan yakni:

  1. Capturing
  2.  Assembling
  3. RoughCut
  4. Fine Cut
  5. Mastering

Tahapan ini tidak sepenuhnya sama antara editing yang satu dengan editing lainnya tergantung dari jenis acara serta alat editing yang digunakan. Dibagi berdasarkan alat yang digunakan, ada dua jenis sistim editing yakni Linear Editing dan Non Linear Editing. Dua jenis editing inilah yang menjadi bahasan utama pada tulisan ini.

Editing Linear

Dari sisi penggunaan alat dan instalasi pada sistim linear editing akan berkaitan pada penggunaan pola Deck to Deck atau VTR to VTR Editing. Salah satu Deck/VTR berfungsi sebagai sumber gambar dan suara sedangkan Deck/VTR lainnya berfungsi sebagai media perekam. Peralatan yang terapasang pada linear editing akan melalui proses sinkronisasi sinyal, bisa melalui sinyal genlock atau word clock.

Setidaknya ada 3 jenis editing linear: On Cam editing, A/Roll, dan A/B Roll. On Cam editing, editing yang dilakukan “tanpa” menggunakan perlatan editing. Ia menggunakan kamera sebagai alat editing itu sendiri. Ada dua cara, pertama editing dilakukan oleh cameraman saat pengambilan gambar atau shooting. Ketika mengambil gambar, seorang cameraman ia mesti sudah memikirkan hasil shootingnya sebagai hasil editing juga. Jadi, pengambilan gambar berdasar cerita yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk memudahkan konsep ini maka cameraman harus membuat shot list terlebih dahulu. Dan yang paling penting lagi shooting dilakukan berdasar ututan cerita. Edit on Cam yang kedua, memang benar-benar menggunakan kamera sebagai alat penyuntingan gambar. Setelah melakukan pengambilan gambar, cameraman memilah gambar atau shot yang benar-benar diperlukan, membuang atau mendelete shot yang tidak diperlukan. Kamera-kamera digital sekarang sudah memungkinkan untuk melakukan Edit on Cam, ada fasilitas edit di dalamnya. A Roll merupakan editing linear dengan menggunakan satu deck player dan satu deck recorder. Satu deck berfungsi untuk playback materi yang akan diedit, satu deck lainnya untuk merekam hasil edit. Editing A Roll biasanya digunakan untuk editing berita. Ada juga dalam satu alat, seperti laptop yang adalm satu alat tersebut sudah ada dua deck serta dua monitor. Alat ini cocok untuk editing berita di lapangan. Di Indonesia, statsiun Metro TV menggunakan alat ini. A/B Roll, beda halnya dengan A Roll pada alat editing A/B Roll terdapat dua deck yang berfungsi sebagai player serta satu deck berfungsi sebagai recorder. Jadi pada A/B Roll bisa ada dua materi shooting yang dikontrol untuk digabungkan ke dalam satu materi editing. Baik pada A Roll maupun A/B Roll bisanya terdapat tombol jog/shutle yang berfungsi untuk rewind maupun fast forward tape/kaset yang ada pada deck deck tersebut. Tombol lainnya adalah tombol marking, untuk menandai timecode yang ada pada tape/kaset yang akan digunakan pada hasil akhir editing.

Editing Non Linear

Editing Non Linear, editing dilakukan tidak secara urut. Editor bisa melakukan penyuntingan gambar dari mana saja. Penyuntingan gambar tidak selalu mesti dilakukan dari awal. Jika misalnya, melakukan penyuntingan gambar untuk program televisi materi editing yang lengkap baru ada di segmen dua, maka editor bisa melakukan penyuntingan gambar segmen dua tersebut. Hal ini tidak bisa aau sulit jika dilakukan menggunakan editing linear. Editing non linear menggunakan seperangkat komputer serta deck. Jika dulu editing non linear mesti menggunakan komputer khusus, saat ini PC biasa dengan spesifikasi tertentu sudah bisa dijadikan alat editing. Bahkan beberapa laptop dengan software editing sudah bisa digunakan. Banyak software editing non linear. Yang populer di antarnya Adobe Premiere, Canopus Edius, Avid, dan Final Cut Pro. Kedua terakhir yang di sebutkan merupakan non linear editing paling banyak digunakan oleh industri baik televisi maupun di rumah produksi.

Kelebihan lain dari editing non linear adalah proses trimming yang memungkinkan editor melakukan koreksi in point dan out point pada setiap potongan serta sambungan gambar. Dengan demikian akurasi penyambungan gambar akan sesuai dengan keinginan si editor. Kesalahan in point bisa dikoreksi baik dikurangi maupun ditambah, hal ini tidak bisa dilakukan pada mesin editing linear apalagi misalnya cutting atau shot yang dikoreksi berada di antara shot sebelum dan setelahnya. Spesial efek baik efek transisi maupun efek dalam video di editing non linear jauh lebih variatif, beberapa non linear editing memungkinkan mendapat digital video effect lebih banyak lagi dari software tambahan atau plug ins. Digital video effect pada non linear editing memiliki fasilitas mengkoreksi warna yang memungkinkan editor mengadjusting warna yang diinginkan.

Manajemen Data

Pada editing non linear material atau rushes hasil shooting dan hasil editing disimpan di dalam hardisk. Jadi ketika misalnya suatu saat diperlukan maka editor bisa meretrive/mengambil data itu kapan saja. Beberapa software editing memiliki manajemen data yang baik, Avid Composer misalnya ia tak hanya menyimpan data berdasar folder yang yang kita buat tapi memiliki folder yang diciptakan oleh sistem editing itu sendiri. Ia juga memiliki folder penyimpanan otomatis “attic” yang berfungsi menyimpan secara autosave yang kita bisa setting waktunya. Jika misalnya terjadi mati lampu atau komputer hang maka kita bisa meretrive file yang dibuat secara otomatis tersebut. Hingga saat ini penggunaan kaset atau tape sebagai penyimpanan data video masih dilakukan. Generasi tapeless belum sepenuhnya mengubah cara konvensional ini. Baik editing linear maupun non linear ketika hasil akhir menjadi master data baik master untuk tayang maupun back up masih menggunakan tape sebagai media penyimpanan. Menyimpan data pada tape atau di dalam hardisk yang tersambung dengan server memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Belum lama sebuah stasiun televisi nasional mengalami “kecelakaan” dimana server sempat down, alhasil data-data yang tersimpan disana tidak bisa diakses. Karena tak memiliki back up konvensional dalam bentuk kaset maka untuk beberapa hari terpaksa stasiun tersebut menayangkan program secara re-run atau tayang ulang. Begitulah teknologi komputerisasi, ternyata cara penyimpanan konvensional masih diperlukan utamanya sebagai back up untuk mengatasi hal yang tidak diinginkan seperti kejadian di atas yang secara tak langsung memang tak berkaitan dengan sistem editing linear atau non linear.

Mana yang Lebih Bagus?

Tidak serta merta editing non linear itu lebih baik dari editing linear. Kedua jenis editing ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada editing linear, penyuntingan gambar dilakukan secara linear atau urut. Ia tak bisa melakukan editing bagian C jika bagian A dan B belum dilakukan. Kelebihan pada editing linear, pengerjaan penyuntingan gambar akan lebih cepat karena ada tahapan yang bisa dilewati dalam editing non linear, yakni tahap capturing atau memindahkan data dari tape/kaset atau data di memory ke dalam komputer.

Editing non linear memiliki kelebihan dimana editor bisa melakukan editing dari bagian mana yang siap ia kerjakan, koreksi atas hasil editing bisa dilakukan dengan mudah serta manajemen data yang lebih baik karena data disimpan di dalam bentuk digital yang bisa diretrive kapan saja untuk kemudian misalnya diambil, ditambah, atau dikurangi. Jadi, pilihannya tergantung dari kebutuhan masing-masing pengguna apakah memerlukan mesin editing linear atau non linear atau mungkin memerlukan kedua jenis editing tersebut.

Dari sisi kebutuhan karena beragam jenis acara serta format tayangan maka stasiun televisi akan memerlukan kedua jenis alat editing ini. Teknologi semakin canggih, beberapa alat editing linear ditambah dengan fitur-fitur yang sebelumnya hanya ada di editing non linear.

About these ads